Dark/Light Mode

Suhu Ekstrem Di Benua Biru

Eropa Beku, Transportasi Dihentikan, Maut Mengintai

Jumat, 9 Januari 2026 04:03 WIB
Penumpang di Bandara Schipol, Belanda, memeriksa papan jadwal keberangkatan, Rabu (7/1/2026. (Foto Reuters)
Penumpang di Bandara Schipol, Belanda, memeriksa papan jadwal keberangkatan, Rabu (7/1/2026. (Foto Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Benua Biru sedang tidak baik-baik saja. Awal tahun 2026, Eropa dibuka dengan suhu beku di bawah nol derajat Celcius. Badai salju memaksa ratusan jadwal penerbangan, kereta dan bus dihentikan sementara.

Badai salju yang mengamuk sejak awal pekan telah mengubah hub transportasi utama Eropa menjadi "asrama" raksasa. Di Schiphol, Belanda, lebih dari 1.000 pelancong terpaksa meringkuk di antara deru mesin pemanas bandara setelah ribuan penerbangan dibatalkan.

Maskapai raksasa seperti KLM pun angkat tangan, kehabisan cairan de-icing untuk mencairkan es yang membungkus sayap-sayap pesawat mereka.

Di Belanda, suhu di bawah minus 10 derajat Celsius membuat jaringan kereta sempat terhenti. Gangguan diperparah oleh masalah sistem, terutama di sekitar Amsterdam.

Bandara Schiphol yang menjadi salah satu penghubung utama Eropa, mencatat 400 pembatalan keberangkatan pada Kamis (8/1/2026).

Sebelumnya, ada lebih dari 2.000 penerbangan telah dibatalkan pada Senin (5/1/2026) dan Selasa (6/1/2026) di Bandara Schiphol.

Sekitar 700 pembatalan tersebut terjadi pada Rabu (7/1/2026), setelah lebih dari 1.000 orang bermalam di bandara.

Layanan kereta Belanda mulai berjalan kembali, Rabu (7/1/2026), setelah pukul 10.00 waktu setempat, meski masih terbatas.

Baca juga : Industri Nuklir Iran Saingi Negara Maju Dunia

Eurostar dari Amsterdam ke Paris banyak yang dibatalkan atau terlambat berangkat. Maskapai KLM menyatakan kewalahan menangani lonjakan permintaan penjadwalan ulang akibat cuaca terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Kekacauan bukan hanya milik mereka yang berada di udara. Di darat, maut mengintai di balik beningnya aspal.

Di Prancis, fenomena black ice—lapisan es tipis nan transparan yang membuat jalanan selicin kaca—telah merenggut sedikitnya lima nyawa.

Tragedi memilukan terjadi di Sungai Marne. Seorang sopir taksi tewas setelah kendaraannya tergelincir masuk ke dalam air yang membeku. Sedangkan penumpang taksi dirawat akibat hipotermia.

Satu korban lainnya meninggal di wilayah timur Paris setelah kendaraannya bertabrakan dengan truk.

"Masalah utamanya adalah peristiwa cuaca seperti ini sering kali menyergap kita secara tiba-tiba," ujar Valérie Pécresse, Kepala Dewan Regional Paris, menggambarkan betapa ekstremnya situasi kali ini.

Cuaca ekstrem juga melumpuhkan transportasi di negara lain. Di Inggris, suhu turun hingga minus 12,5 derajat Celsius dan ini menjadi malam terdingin.

Meski bandara Liverpool dan Aberdeen kembali beroperasi setelah sempat ditutup, gangguan perjalanan masih berlangsung.

Baca juga : ASDP Perkuat Koordinasi Dan Layanan Di Semua Lini

Lebih dari 300 sekolah di Skotlandia ditutup dan layanan kereta terganggu. Pemerintah setempat mengimbau warga merencanakan perjalanan dengan cermat atau bekerja dari rumah.

Sementara, kabar duka juga datang dari Sarajevo. Seorang perempuan kehilangan nyawa akibat tertimpa pohon yang tumbang karena beban salju yang terlalu berat.

Imbauan Untuk WNI

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tidak tinggal diam. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu Heni Hamidah menyampaikan, Badan Meteorologi Belanda telah mengeluarkan peringatan Kode Oranye untuk hampir seluruh wilayah Belanda, Selasa (6/1/2026).

Peringatan lebih rendah, Kode Kuning, hanya berlaku di wilayah Limburg dan Kepulauan Wadden.

"Menindaklanjuti peringatan cuaca ekstrem tersebut, Kemlu melalui KBRI Den Haag melakukan pemantauan intensif dan berkoordinasi dengan otoritas setempat,” ujar Heni dalam pernyataannya, Rabu (7/1/2026).

Dengan status "Kode Oranye" yang menyelimuti hampir seluruh Belanda, KBRI Den Haag telah menyiagakan hotline darurat.

Menurut KBRI, untuk Layanan Darurat Setempat: 112; Hotline Konsuler KBRI Den Haag: +31 6 288 60 509; Hotline Keimigrasian: +31 6 828 4 9252

WNI diminta aktif memantau perkembangan cuaca dari sumber Pemerintah Belanda, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta mengutamakan keselamatan diri.

Baca juga : Dukung Ketahanan Bisnis, Peruri Komit Transformasi Dan Keberlanjutan

Bagi warga di London, Paris, hingga Berlin, akhir pekan ini bukanlah waktu untuk bersantai. Badan Meteorologi memperkirakan badai susulan. Termasuk Badai Goretti di Inggris, akan menyapu kawasan tersebut hingga Sabtu (10/1/2026).

Di tengah tumpukan salju yang kian tinggi, pesan otoritas setempat hanya satu: jika tidak mendesak, tetaplah di dalam rumah. Karena di luar sana, musim dingin kali ini tidak sedang mengajak bermain, melainkan sedang menunjukkan sisi terganasnya dalam satu dekade terakhir.

 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.