Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dubes Yaman Usul Sistem Khusus Lindungi Pelajar RI Dari Radikalisme
Rabu, 14 Januari 2026 06:27 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Keamanan sekitar 7.000 pelajar Indonesia yang tengah menimba ilmu di Yaman menjadi prioritas utama. Guna memastikan mereka tidak "nyasar" ke lembaga pendidikan berpaham radikal, Pemerintah Yaman dan Kementerian Agama (Kemenag) sepakat memperketat pengawasan lewat sistem satu pintu.
Kesepakatan ini mencuat saat Duta Besar (Dubes) Yaman untuk Indonesia Saleh Ahmed Balfakeeh menyambangi Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Kantor Kemenag, Jakarta, Senin (12/1/2026). Pertemuan ini menjadi debut penting bagi Dubes Balfakeeh yang baru resmi bertugas di Tanah Air sejak 7 November lalu.
Dubes Balfakeeh mengusulkan adanya mekanisme pendaftaran dan penempatan satu pintu (sistem bersama) bagi para pelajar nanti.
"Kami ingin memastikan para pelajar Indonesia diarahkan ke institusi pendidikan yang moderat, kredibel dan diakui Pemerintah. Ini sangat penting untuk memproteksi mereka agar tidak terpapar paham radikal," terangnya.
Baca juga : Dubes Manahan Sitompul Terima Kunjungan Imam Istiklal Sarajevo
Dubes Balfakeeh juga memaparkan situasi terkini di beberapa wilayah. Seperti Hadhramout, Mahrah dan Aden. Dia menegaskan bahwa Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman telah mengambil langkah-langkah khusus, termasuk penetapan keadaan darurat dan konsolidasi ulang koalisi Arab untuk memastikan stabilitas kawasan tetap terjaga.
"Langkah ini untuk memperkuat koordinasi regional agar lebih efektif dan berkelanjutan. Kami juga memastikan hubungan dengan Uni Emirat Arab tetap terjalin dengan baik," ujar Dubes Balfakeeh.
Dubes Balfakeeh juga menyinggung mengenai "Dialog Selatan-Selatan" yang digagas Presiden Rashad Al-Alimi dengan dukungan Arab Saudi. Dialog tersebut bagian dari upaya damai untuk merawat proses perdamaian jangka panjang di Yaman.
Dia menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi Pemerintah Indonesia mendukung kedaulatan Pemerintah Yaman yang sah.
Baca juga : Dubes Djauhari Oratmangun Fasilitasi Pertemuan Pelaku Industri Film & Animasi
"Kami sangat menghargai dukungan diplomatik Indonesia. Terutama pernyataan terbaru dari Kementerian Luar Negeri RI terkait situasi di negara kami," ungkapnya.
Untuk kerja sama ekonomi, Dubes Balfakeeh berencana mengaktifkan kembali komite bersama di sektor investasi, perdagangan dan ekonomi kedua negara. Bahkan, Menteri Luar Negeri Yaman dijadwalkan akan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia dalam waktu dekat untuk memperkuat kemitraan ini.
Dia juga menyampaikan salam dari Menteri Wakaf Yaman Mohamed Ahmed Shabiba, yang berharap dapat meningkatkan kerja sama keagamaan dengan Kemenag.
Nasaruddin Umar menyambut hangat usulan tersebut. Menurutnya, penguatan pendidikan moderat bagi mahasiswa Indonesia di Yaman memiliki nilai strategis untuk menjaga harmoni beragama di Tanah Air.
Baca juga : ESDM Kebut Kirim Bantuan ke Sumatera, Pantau Langsung dari Halim
"Kami sangat terbuka untuk memperkuat kerja sama pendidikan yang menumbuhkan nilai-nilai moderasi, kedamaian dan persaudaraan," tutur Nasaruddin.
Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan kedua belah pihak menindaklanjuti agenda-agenda strategis tersebut demi mempererat hubungan historis dan diplomatik Indonesia-Yaman.
Sebagai informasi, Indonesia dan Yaman memiliki kedekatan historis. Terutama terkait peran besar para tokoh keturunan Yaman dalam perkembangan Islam di Nusantara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya