Dark/Light Mode

Peluncuran Kemitraan Strategis Baru Inggris–Indonesia Di London, Fokus 4 Hal

Kamis, 22 Januari 2026 11:04 WIB
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, 20 Januari 2026 meluncurkan Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia yang baru di London, Inggris. (Foto British Embassy Jakarta)
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, 20 Januari 2026 meluncurkan Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia yang baru di London, Inggris. (Foto British Embassy Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer dan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Januari 2026 meluncurkan Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia yang baru di London. Menandai langkah besar dalam hubungan kedua negara.

Peluncuran ini dilakukan dalam rangka kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris pekan ini. Dalam kegiatan ini, Prabowo bertemu dengan Wakil Perdana Menteri David Lammy, Perwakilan Senior Sektor Pendidikan Internasional Inggris Steve Smith, dan perwakilan senior dari bisnis serta organisasi masyarakat sipil Inggris.

Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia yang baru didasarkan pada nilai-nilai bersama sebagai negara demokrasi berdaulat, dengan menjunjung tinggi penghormatan terhadap HAM dan komitmen kepada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (UN Sustainable Development Goals). Kemitraan ini berlandaskan prinsip saling menghormati, kerja sama, dan kedaulatan.

Meski dipimpin pemerintah kedua negara, kemitraan ini akan mempertemukan seluruh elemen kebangsaan, termasuk sektor bisnis, praktisi akademia, organisasi kemasyarakatan sipil dan budaya, serta masyarakat.

Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi

Sebagai bagian dari Kemitraan Strategis ini, Menteri Bisnis dan Perdagangan Inggris Peter Kyle dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto juga menandatangani Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi (Economic Growth Partnership (EGP)). EGP bertujuan meningkatkan kerja sama perdagangan di sektor prioritas seperti energi bersih, ekonomi digital, infrastruktur, transportasi, pendidikan, dan layanan kesehatan.

EGP yang baru ini akan membantu Inggris dan Indonesia dalam mengatasi hambatan perdagangan, mendukung pelaku usaha untuk meningkatkan ekspor, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong investasi dua arah yang lebih besar. 

Perdalam Hubungan Antar Masyarakat

Kedua negara berkomitmen memperdalam hubungan antar masyarakat (people to people), melalui kinerja British Council yang mempromosikan kerja sama di bidang pendidikan, bahasa Inggris, dan budaya.

Dalam sebuah forum diskusi bersama, Presiden Prabowo dan pimpinan universitas Inggris, Steve Smith ditunjuk sebagai Penasihat Khusus untuk kelompok kerja bidang Pendidikan yang baru, serta diluncurkan pula Jaringan Universitas Inggris-Indonesia.

Baca juga : John Herdman Resmi Tangani Timnas Indonesia, Bidik Lolos Piala Dunia 2030

Kemitraan ini juga mencakup ambisi untuk melatih 300.000 guru bahasa Inggris dan memperbarui nota kesepahaman untuk mendorong kolaborasi di bidang ekonomi kreatif dan budaya.

Dengan diumumkannya Strategi Pendidikan Internasional Inggris yang ambisius pada pekan ini, mengarahkan fokus pengembangan pendidikan Inggris ke luar negeri. Dan, Indonesia diidentifikasi sebagai salah satu dari lima negara prioritas tujuan. Berbagai universitas dan penyedia pendidikan kelas dunia Inggris kini melebarkan sayapnya ke dunia internasional, membangun kemitraan, dan memberikan lebih banyak akses bagi pelajar Indonesia untuk mengenyam pendidikan Inggris.

Kerja Sama Maritim

Merujuk pada kesepakatan maritim yang melibatkan perusahaan Babcock senilai 4 miliar poundsterling yang diumumkan baru-baru ini, PM Starmer, di sela-sela KTT G20 bulan November lalu, mengatakan: “Inggris dan Indonesia sudah menjadi mitra maritim yang membanggakan, tetapi Program Kemitraan Maritim yang baru ini menandai perubahan besar dalam hubungan kedua negara."

Selain memperkuat kolaborasi dalam mempromosikan laut yang aman, sehat, dan terjamin, Starmer menekankan, program ini akan mendukung ribuan lapangan kerja di Inggris dan Indonesia.

"Dan kemitraan ini akan mempercepat upaya Presiden Prabowo dalam mewujudkan ketahanan pangan," imbuh Starmer.

"Ini adalah awal dari era baru kerja sama Inggris dan Indonesia, yang menghadirkan pertumbuhan, keamanan, dan keberlanjutan bagi kedua negara," lanjutnya.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey menambahkan, "Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia yang baru ini merupakan tonggak penting dalam hubungan panjang kedua negara, dengan bekerja bersama untuk masa depan yang lebih makmur, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat di kedua negara," tuturnya.

Kemitraan ini bukan hanya tentang Pemerintah. Kemitraan ini mempertemukan dunia usaha, universitas, masyarakat sipil, organisasi budaya, dan yang terpenting, rakyat kedua negara.

Baca juga : Perkembangan Terkini Super Flu Di Indonesia, AS Dan Inggris

“Kami menantikan penguatan hubungan dengan Indonesia, bekerja sama berdasarkan nilai nilai bersama, ambisi bersama, dan tekad bersama untuk membangun dunia yang lebih adil, aman, berkelanjutan, dan lebih sejahtera bagi generasi mendatang," pungkasnya.

Fokus Kemitraan Strategis Baru Inggris–Indonesia 

1. Pertumbuhan Ekonomi: Kedua bangsa telah menjadi mitra dagang selama berabad abad. Melalui Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi yang baru, kedua negara akan mendorong pelaku usaha untuk menciptakan perdagangan yang menopang perusahaan dan pekerjaan masa depan—mulai dari pertahanan dan manufaktur maju hingga energi bersih dan mineral kritis.

2. Iklim, Energi, dan Alam: Krisis iklim menghadirkan tantangan serupa bagi negara maritim seperti Inggris dan Indonesia. Bersama sama, Inggris dan Indonesia akan mendukung upaya global untuk menjaga kelayakhunian planet bagi generasi mendatang, sekaligus menghadirkan energi bersih, lapangan kerja hijau, dan ketahanan pangan serta energi jangka panjang bagi rakyat kedua negara.

3. Pertahanan dan Keamanan: Tatanan global berada pada kondisi paling tidak stabil dan penuh persaingan dalam sejarah modern. Melalui kerja sama aktif di bidang pertahanan, keamanan, dan urusan luar negeri, kedua negara akan mengatasi polarisasi, menjaga hukum serta institusi internasional, dan menghadirkan masa depan yang lebih aman.

4. Masyarakat dan Komunitas: Kekuatan kedua negara terletak pada keragaman masyarakatnya. Dipandu oleh penghormatan terhadap hak asasi manusia, kedua negara akan mendukung kemitraan yang lebih erat melalui pertukaran keterampilan, budaya, dan ide.

 

 

 

Baca juga : Menpora Genjot Semangat Atlet Indonesia di SEA Games 2025

 

 

 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.