Dark/Light Mode

Prabowo Terharu Saat Desa Gembira Dapat Panel Interaktif

Jumat, 23 Januari 2026 07:57 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Selasa (22/1/2026). (Foto: Tim Media Presiden)
Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Selasa (22/1/2026). (Foto: Tim Media Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kesan megharukan saat menceritakan masyarakat di sebuah desa yang gembira menerima papan interaktif digital (PID) di sekolah-sekolah mereka.

Saat menyampaikan pidatonya dalam pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Prabowo mengungkapkan bahwa para siswa, guru, dan warga desa sangat antusias ketika menerima fasilitas tersebut pada pekan pertama pelaksanaan program.

Bahkan, ia mengatakan banyak dari mereka menangis haru ketika papan-papan interaktif itu terpasang di ruang-ruang kelas. Namun, secara khusus, ia menuturkan ada satu momen yang paling menyentuh hatinya.

Baca juga : KNPI Dukung Presiden Prabowo Gabung Dewan Perdamaian Palestina

“Kami menerima banyak pesan, salah satunya berbunyi: ‘Pak Presiden, sepanjang sejarah desa ini, kami tidak pernah merasa bahwa pemerintah pusat mengetahui keberadaan kami. Baru kali ini kami merasa pemerintah pusat peduli, hadir di desa kami, dan membantu mendidik anak-anak kami.’ Bagi saya, ini sangat mengharukan,” ujar Prabowo, Kamis (22/1/2026).

Bagi Prabowo, program panel interaktif di sekolah bukan sekadar upaya digitalisasi, melainkan langkah strategis pemerintah agar anak-anak di seluruh Indonesia dapat mengakses pendidikan berkualitas dengan lebih mudah.

Misi tersebut, lanjutnya, dianggap penting karena kualitas pengembangan sumber daya manusia akan menentukan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

Baca juga : Bahlil: Kalau Ada Desa yang Belum Dapat Listrik, Saya Menteri Gagal

“Ketertinggalan pendidikan adalah jalan menuju negara gagal. Tidak ada negara yang dapat berharap stabil dan makmur jika rakyatnya buta huruf, atau tidak mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern," ujarnya.

Oleh karena itu, Prabowo memastikan program digitalisasi pendidikan akan terus diperluas secara masif mulai tahun ini.

“Tahun ini pada 2026, kami akan menambah satu juta panel interaktif digital lagi sehingga setiap sekolah memiliki setidaknya tiga hingga empat ruang kelas dengan fasilitas tersebut,” kata Prabowo.

Baca juga : Momen Haru Prabowo Jadi Saksi Nikah Sespri, Sempat Teteskan Air Mata

Ia menargetkan dalam tiga tahun ke depan seluruh sekolah di Indonesia memiliki infrastruktur pembelajaran digital yang memadai dan merata.

“Kami berharap dalam tiga tahun ke depan, seluruh sekolah di Indonesia memiliki sedikitnya enam ruang kelas dengan panel interaktif digital. Dengan begitu, misalnya saya berada di Jakarta, saya dapat mengunjungi sekolah mana pun di Indonesia dan melihat langsung kualitas pengajaran para guru serta respons para murid,” tutup Prabowo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.