Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Covid-19 di China Mereda, RI Harus Gencarkan Strategi Diplomasi Ekonomi
Kamis, 12 Maret 2020 19:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - KBRI Beijing bekerja sama dengan Ditjen Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri menyelenggarakan Rakor dan Video Conference Penajaman Diplomasi Ekonomi – Promosi Tourism, Trade, and Investment di China pasca berjangkitnya wabah Covid-19 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (12/3).
Rakor yang dihadiri sekitar 150 stakeholders dari kalangan pemerintah dan swasta ini, dibuka oleh Direktur Asia Timur dan Pasifik Kemenlu, Dr. Santo Darmosumarto dan sambutan dari Duta Besar RI Beijing Djauhari Oratmangun (melalui presentasi video).
Keduanya menekankan, Indonesia perlu menggencarkan strategi diplomasi ekonomi. Indonesia perlu menyusun langkah-langkah strategis, dan secara taktis bertindak untuk meningkatkan nilai TTI RI-China di tahun 2020. Segera, setelah China kembali normal pasca Covid-19.
Baca juga : Bebas dari Penjara, Karen Mau Kelonan Sama Suami
China sebagai negara ekonomi terbesar kedua dunia dan mitra utama Indonesia, memiliki potensi kerja sama ekonomi yang perlu terus di-manage di tengah persaingan ekonomi dunia yang tidak menentu. Ditambah lagi, saat ini tengah berlangsung pandemik Covid-19 di berbagai belahan dunia.
Secara komprehensif, rakor membahas berbagai peluang dan tantangan kerja sama TTI dengan China.
Rakor ini menghadirkan narasumber Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Beijing, Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Beijing, Atase Perdagangan KBRI Beijing, Ketua Indonesia – China Chamber of Commerce (INACHAM), dan Wakil Ketua KADIN Komite China.
Suasana Rakor di KBRI Beijing, yang dipimpin Dubes Djauhari Oratmangun (tengah, baju merah), Kamis (12/3). (Foto: KBRI Beijing)
Baca juga : Bagi-bagi Masker, KNPI Minta Pemerintah Gencarkan Sosialisasi Bahaya Corona
Wakil dari KJRI Guangzhou, KJRI Hong Kong, dan KJRI Shanghai juga turut menyampaikan program kegiatan 2020.
Rakor menyepakati, China tetap jadi pasar utama bagi Indonesia. Karena itu, peluang harus segera diambil pasca Covid-19 mereda.
Rakor juga menyoroti sejumlah peluang bisnis dan investasi, relaksasi kebijakan perjalanan, kemudahan logistik, eksportasi produk bernilai tambah maupun strategi recovery promosi pariwisata di China.
Baca juga : Toyota Sudah Siapkan Strategi Antisipasi Dampak Corona
Sebagai tindak lanjut, rakor menyepakati perlunya implementasi konkret, dan sinergi terpadu antara seluruh stakeholder dalam negeri, dalam mengantisipasi dinamika aktivitas pasca Covid-19.
Rakor dilanjutkan dengan konsultasi one-on-one antara pelaku usaha dan pemerintah daerah dengan wakil-wakil Kemlu, KBRI Beijing, KJRI Guangzhou, KJRI Hong Kong, dan KJRI Shanghai. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya