Dark/Light Mode

Kalah Dari Uruguay Dan Barbados

Indeks Korupsi Amerika Ambruk Ke Titik Rendah

Jumat, 13 Februari 2026 06:20 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: White House
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: White House

 Sebelumnya 
Transparency International Inggris menilai, akar persoalan korupsi belum ditangani serius, termasuk pengaruh donor besar dalam politik dan kontroversi sejumlah penunjukan pejabat publik.

“Kami tidak menangani akar penyebab korupsi dalam politik kami,” ujar CEO Transparency International Inggris Daniel Bruce, dalam sebuah video yang diunggah di platform X.

Baca juga : Atletico Madrid Vs Barcelona, Aroma Balas Dendam

Secara global, rata-rata skor IPK turun ke angka 42—terendah dalam lebih dari satu dekade dan menjadi penurunan pertama dalam kurun waktu tersebut.

Transparency International menyebut, mayoritas negara di dunia masih gagal mengendalikan korupsi secara efektif.

Baca juga : Tes Pramusim Bahrain, Verstappen Tercepat Piastri Membuntuti

Denmark kembali menempati posisi teratas untuk kedelapan kalinya berturut-turut dengan skor 89. Finlandia dan Singapura menyusul sebagai negara dengan sektor publik paling bersih.

Singapura masih unggul di peringkat pertama di Asia Tenggara dengan peringkat global di posisi ke-3. Sementara, Malaysia berada di posisi 54, Timor Leste ke-73 dan Vietnam ke-81. DAY

Baca juga : Olla Ramlan, Pacar Tidak Peduli Usianya Lebih Tua

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 13 Februari 2026 dengan judul "Kalah Dari Uruguay Dan Barbados Indeks Korupsi Amerika Ambruk Ke Titik Rendah"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.