Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
QatarEnergy Stop Produksi LNG, Pasokan Asia dan Eropa Terancam
Senin, 2 Maret 2026 20:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - QatarEnergy yang merupakan salah satu eksportir LNG terbesar dunia, mengumumkan penghentian produksi gas alam cair (LNG) dan produk terkait untuk sementara pada Selasa (2/3/3036), menyusul serangan terhadap fasilitas operasional di Kota Industri Ras Laffan dan Kota Industri Mesaieed dalam eskalasi militer di Timur Tengah. Pengumuman ini disampaikan QatarEnergy melalui situs resminya.
Analis senior di perusahaan konsultan Rystad Energy, Per Magnus Nysveen menilai keputusan QatarEnergy akan memiliki efek domino pada pengiriman LNG di seluruh dunia.
Baca juga : Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Jelang Mudik Lebaran
"Gangguan apa pun dalam rantai pasokan, termasuk penghentian ini, akan memiliki dampak yang mendasar terhadap pasar (global),” kata Nysveen kepada CNN International, Senin (2/3/2026).
"Yang paling terdampak adalah pengiriman ke Asia, pembeli LNG Qatar terbesar, dan Eropa," imbuhnya.
Baca juga : Matakin Gelar Imlek Nasional 2577, Tegaskan Nilai Keadilan Dan Persatuan
Harga gas alam Belanda yang menjadi patokan Eropa, melonjak hampir 48 persen pada perdagangan Senin (2/3/3036) sore. Namun, Nysveen memperkirakan harga LNG di Eropa tidak akan mencapai tingkat tertinggi ekstrem seperti pada tahun 2022 - saat terjadi krisis energi akibat invasi skala penuh Rusia ke Ukraina -, mengingat benua biru memiliki kelebihan pasokan LNG.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya