Dark/Light Mode

DKI Perluas Pangan Murah ke 197 Titik, Pastikan Harga Daging Sapi Terjangkau

Jumat, 6 Februari 2026 15:47 WIB
Ilustrasi pasar murah. (Foto: Rizki Syahputra/RM)
Ilustrasi pasar murah. (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperluas program distribusi pangan murah hingga 197 titik di seluruh wilayah ibu kota. 

Asisten Perekonomian dan Keuangan (Asperkeu) DKI Jakarta Suharini Eliawati menjelaskan, lonjakan harga daging sapi sebelumnya dipicu oleh aksi mogok sementara para pemotong daging.

“Memang kemarin sempat terjadi lonjakan. Kenapa? Karena memang tiga hari waktu itu kawan-kawan pemotong menyatakan mogok gitu ya," ujar Eliawati di Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026). 

Baca juga : Kualitas Perdagangan Bursa Diperbaiki, Tukang Goreng Saham Mestinya Ditertibkan

Dia menjelaskan bahwa aksi mogok tersebut sempat memicu kenaikan harga di pasaran. Namun, ia menegaskan bahwa dampaknya tidak berlangsung lama karena koordinasi lintas pihak berjalan cepat.

“Karena koordinasi kita yang kuat, BUMD mempunyai support yang sangat tinggi, kemudian stok kita itu memang benar-benar ada gitu, jadi mereka hanya mogok satu hari. Dan itu berpengaruh terhadap harganya," ujarnya. 

Saat ini, harga daging sapi di pasaran disebut bervariasi tergantung pada spesifikasi dan kadar lemaknya. Pemprov DKI juga memastikan masyarakat memiliki pilihan sesuai kebutuhan dan daya beli.

Baca juga : Tukang Goreng Saham Mestinya Ditertibkan

“Saat sekarang ini memang terjadi perbedaan harga sesuai spesifikasi. Tertinggi di angka 143, itu khas dalam. Tapi bagaimana kemudian dengan CL 5 gitu kalau kita bilang ya, kalau perlemakannya hanya 5%, itu di bawah 100 ribu," jelas Eliawati.

Sebagai bagian dari strategi stabilisasi, Pemprov DKI memperluas akses distribusi pangan murah agar lebih mudah dijangkau masyarakat.

“Nah, satu lagi yang sekarang ini sudah kita lakukan, distribusi pangan murah kita sudah di 197 titik. Sehingga memudahkan masyarakat Jakarta untuk mendapatkannya," imbuhnya. 

Baca juga : BMKG Rilis Peringatan Hujan Tinggi, Menko PMK Serukan Siaga Nasional

Program ini menyasar berbagai wilayah di Jakarta dengan tujuan membantu warga memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau. 

“Hanya memang yang menjadi tantangan kita adalah kita akan senantiasa memperbaiki sistemnya sehingga masyarakat tidak akan kesulitan untuk masuk di dalam kuota," tutup Eliawati.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.