Dark/Light Mode

Trump Tak Masalah Iran Dipimpin Tokoh Religius, Asal Baik dengan AS dan Israel

Minggu, 8 Maret 2026 10:22 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto: IG Whitehouse)
Presiden AS Donald Trump (Foto: IG Whitehouse)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan keinginannya untuk terlibat dalam pemilihan pemimpin Iran berikutnya. Satu alasannya: dia tak ingin kembali setiap 5 atau 10 tahun sekali. 

“Kami tidak ingin kembali setiap 5 atau 10 tahun dan melakukan ini. Kami ingin memilih seorang presiden yang tidak akan memimpin negara mereka ke dalam perang,” kata Trump kepada wartawan di Air Force One, Sabtu (7/3/2026).

Pemimpin Religius Tak Masalah 

Baca juga : Menperin Terus Memperkuat Ketahanan Industri Nasional

Trump menyatakan tak masalah, bila 
pemimpin baru Iran nanti adalah seorang pemimpin religius. Yang penting, kepemimpinan baru Iran dapat memperlakukan AS dan Israel dengan baik.

“Tergantung siapa orangnya. Saya tidak keberatan dengan pemimpin religius. Saya berurusan dengan banyak pemimpin religius, dan mereka fantastis,” kata Trump kepada CNN International, Jumat (6/3/2026).

Baca juga : Kedubes Iran Apresiasi Kesiapan Prabowo Jadi Mediator Konflik Dengan AS & Israel

Apakah Iran harus menjadi negara demokratis? “Tidak. Yang penting, ada seorang pemimpin yang bersikap adil dan bijaksana, dan mampu melakukan pekerjaan dengan sangat baik. Serta memperlakukan Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara lain di Timur Tengah dengan baik. Mereka semua adalah mitra kami," papar Trump.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.