Dark/Light Mode

Jika Selat Hormuz Diganggu

Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Minyak Iran di Pulau Kharg

Sabtu, 14 Maret 2026 09:17 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto: Instagram)
Presiden AS Donald Trump (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur minyak di Pulau Kharg, jika Iran merintangi pelayaran di Selat Hormuz

Ancaman ini disampaikan Trump setelah militer AS melakukan serangan udara besar ke pulau tersebut pada 13 Maret 2026.

"Beberapa saat lalu, atas perintah saya, United States Central Command melakukan salah satu serangan pengeboman paling kuat dalam sejarah Timur Tengah, dan sepenuhnya menghancurkan setiap target MILITER di permata mahkota Iran: Pulau Kharg," tulis Trump via Truth Social, Sabtu (14/3/2026).

"Senjata kami adalah yang paling kuat dan paling canggih yang pernah dikenal dunia, tetapi demi alasan kepantasan, saya memilih TIDAK menghancurkan infrastruktur minyak di pulau tersebut. Namun, jika Iran atau pihak lain melakukan apa pun untuk mengganggu jalur bebas dan aman bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini," sambungnya.

Arti Penting Pulau Kharg

Baca juga : ReforMiner: Selat Hormuz Bukan Jalur Utama Impor Energi RI

Melansir New Arab, Pulau Kharg terletak sekitar 55 kilometer barat laut Pelabuhan Bushehr atau kira-kira 15 mil laut (sekitar 28 kilometer) dari daratan Iran. Meskipun ukurannya relatif kecil, Pulau Kharg memainkan peran yang luar biasa dalam sektor energi Iran.

Pulau Kharg menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran. Setiap tahunnya, sekitar 950 juta barel melewati fasilitas minyak si pulau tersebut.

Kementerian Perminyakan Iran menyebut Kharg  sebagai pusat penting yang menerima pasokan minyak mentah dari tiga ladang minyak lepas pantai utama: Aboozar, Forouzan, dan Dorood.

Minyak dari ladang-ladang itu diangkut melalui jaringan pipa bawah laut ke fasilitas pemrosesan di Pulau Kharg, lalu disimpan dan dimuat ke kapal tanker yang menuju pasar global.

Baca juga : Hadapi Peak Season Ramadan, J&T Cargo Siapkan Infrastruktur Layanan yang Kuat

Laporan S&P Global Commodity Insights Mei 2025 mengungkap, Teheran telah menambahkan dua juta barel kapasitas penyimpanan di Pulau Kharg dengan merehabilitasi tangki 25 dan 27, yang masing-masing mampu menampung satu juta barel.

Trump Bangun Kembali Militer AS 

Dalam postingan Truth Social yang sama, Trump menuturkan, di masa jabatan pertamanya dan sekarang ini, dia membangun kembali militer AS menjadi kekuatan paling mematikan, kuat, dan efektif. Menurutnya, kekuatan itu jauh melampaui kekuatan mana pun di dunia.

Trump menegaskan, Iran tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan apa pun yang ingin diserang AS. Tidak ada yang bisa Iran lakukan untuk menghentikan langkah AS.

"Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, dan tidak akan memiliki kemampuan untuk mengancam Amerika Serikat, Timur Tengah, ataupun dunia," cetus Trump.

Baca juga : Penutupan Selat Hormuz Kerek Harga Minyak, Ini Saran Indef Buat Pemerintah

"Militer Iran dan semua pihak lain yang terlibat dengan rezim teroris ini, sebaiknya meletakkan senjata mereka dan menyelamatkan apa yang tersisa dari negara mereka, yang sebenarnya sudah tidak banyak lagi," pungkasnya.

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.