Dark/Light Mode

Turis BBM Bermunculan

Slovenia Terapkan Penjatahan Bahan Bakar: Pengemudi Dibatasi 50 Liter Per Hari

Selasa, 24 Maret 2026 11:15 WIB
Ilustrasi bendera Slovenia (Foto: gov.sl)
Ilustrasi bendera Slovenia (Foto: gov.sl)

RM.id  Rakyat Merdeka - Slovenia menjadi negara Uni Eropa pertama yang menerapkan penjatahan BBM untuk mengantisipasi krisis energi Timur Tengah. Krisis ini diawali oleh serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, dilanjutkan dengan pembalasan Iran terhadap sekutu AS-Israel di Teluk, yang notabene adalah pemain utama pasar energi dunia. Banyak negara kini mengalami kenaikan harga bahan bakar.

Kebijakan penjatahan BBM ini memunculkan semacam fenomena wisata BBM. Banyak pengemudi dari negara-negara tetangga, khususnya Austria, datang ke Slovenia untuk mengambil keuntungan dari harga BBM yang lebih rendah dan diatur.

Di Slovenia, pengendara pribadi boleh membeli maksimal 50 liter bahan bakar per hari. Khusus entitas bisnis dan petani, boleh membeli 200 liter.

Baca juga : Aurelie Moeremans, Pernikahan Pertama Tidak Diakui Gereja

"Biarkan saya meyakinkan Anda bahwa Slovenia memiliki cukup bahan bakar di Slovenia. Gudang kami penuh. Kami tidak akan ada kekurangan bahan bakar," kata Perdana Menteri Robert Golob pada akhir pekan, seperti dilansir BBC.

Kebijakan pembatasan nasional ini menuntut pom bensin untuk melakukan pengawasan secara mandiri. Karyawan pom bensin harus memastikan pelanggan tidak menyimpan lebih dari jumlah bahan bakar yang diizinkan. Selain itu, Pemerintah Slovenia juga mendorong pengecer BBM agar memperkenalkan batasan yang lebih ketat untuk pengemudi asing.

Harga 1 liter bensin Euro-super 95 di Austria kini bergerak menuju 1,80 euro atau sekitar Rp 35 ribuan. Sementara diesel, mendekati angka 2 euro atau Rp 39 ribuan. 

Turis BBM

Baca juga : Amdal Dan Tata Ruang DKI Saatnya Dibenahi Serius

Melansir media lokal, seorang pengemudi truk di Sentilj, wilayah dekat perbatasan utara Slovenia dengan Austria, bertanya apakah saat ini negaranya "berperang". Pertanyaan itu tercetus ketika ia tiba di sebuah pom bensin yang benar-benar kehabisan bahan bakar. "Saya belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya," ujar pria itu.

Politisi sayap kanan Austria Herbert Kickl menggunakan perjalanan pengisian bahan bakarnya sebagai propaganda politik. Dia memposting foto antrean kendaraan berlapis Austria di pom bensin Slovenia.

"Bukankah ini menyedihkan, bahwa kita tinggal di negara yang membuat banyak orang untuk pergi ke luar negeri, demi mendapatkan hidup yang lebih murah?" katanya.

Baca juga : Pelanggaran Lalin Di Jakarta Kini Dideteksi Secara Digital

Sementara beberapa orang Slovenia memandang kehadiran pengunjung sebagai gangguan, yang berpotensi menyebabkan kekurangan bagi penduduk setempat. Namun ada juga yang berpendapat, kedatangan turis BBM turut menghidupkan ekonomi lokal. Intinya, selama perbedaan harga berlanjut, turis BBM akan terus mengalir melintasi perbatasan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.