Dark/Light Mode

Warisan Ayatullah Khamenei dan Dialog Antar Agama di Dunia

Kamis, 9 April 2026 17:45 WIB
Dr. Mohammad Mehdi Imanipour. [Foto: Seksi Kebudayaan, Kedubes Republik Islam Iran]
Dr. Mohammad Mehdi Imanipour. [Foto: Seksi Kebudayaan, Kedubes Republik Islam Iran]

RM.id  Rakyat Merdeka -  

Dr. Mohammad Mehdi Imanipour

(Kepala Organisasi Kebudayaan & Komunikasi Islam dan Kepala Dewan Kebijakan dan Koordinasi Dialog Antar Agama Republik Islam Iran)

Baca juga : Pemprov DKI Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Kendaraan Dinas Viral di Puncak

Saat ini Republik Islam Iran sedang diinvasi oleh AS dan rezim Israel. Pemimpin besar Revolusi Islam, Imam Khamenei, termasuk di antara korban pertama perang kejam dan agresif terhadap rakyat Iran di rumah dan kantornya, bersama beberapa anggota keluarganya.

Imam Ali Khamenei bukan hanya seorang pemimpin agama bagi komunitas Islam, tetapi juga seorang pemimpin yang penuh kasih sayang bagi semua orang merdeka di dunia.

Pertama-tama, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih atas ungkapan simpati dan belasungkawa dari para pemimpin agama Muslim, Kristen, Yahudi, Zoroaster, dan agama-agama tradisional atas wafatnya pemimpin kami, serta ucapan selamat dari para pemimpin agama atas terpilihnya Ayatullah Seyyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi.

Baca juga : Kecupan Prabowo Tenangkan Raungan Bayi Di Samping Peti Prajurit Perdamaian Dunia

Seperti yang Anda ketahui, selama serangan brutal ini, sejumlah besar sekolah dasar, rumah ibadah, rumah sakit, perguruan tinggi, dan pemukiman penduduk sipil yang tidak bersalah telah diserang. Ini bukan pertama kalinya bangsa Iran diserang oleh orang asing. Sepanjang sejarah, rakyat Iran telah diserang oleh berbagai bentuk agresi, dari Mongol hingga invasi dan intervensi penjajah AS dan Inggris, termasuk Perang 8 Tahun, tetapi mereka tidak pernah menyerah di bawah paksaan.

Sementara itu, Iran tidak pernah memulai perang dengan negara lain, termasuk negara-negara tetangganya. Kehidupan damai berbagai kelompok etnis dan pengikut agama-agama Ilahi — dari Kristen dan Yahudi hingga Zoroastrianisme dan Sabaeanisme — di Iran menjadi tanda saling menghormati dan mempercayai, pandangan manusiawi, serta prasangka baik terhadap berbagai suku di bawah naungan perdamaian dan keamanan.

Siapa yang tidak tahu bahwa alasan untuk menyerang Iran — dari tuduhan pelanggaran hak asasi manusia hingga isu Iran akan memiliki senjata nuklir — adalah kebohongan besar. Untungnya, bangsa-bangsa di dunia sangat tahu bahwa Republik Islam Iran membayar harga atas sikapnya melawan orang-orang yang haus kekuasaan dan membela rakyat Palestina yang tertindas serta mendukung rakyat merdeka di dunia. Bahkan, Iran saat ini berada di garis depan dalam membela identitas Islam dan nilai-nilai moral agama.

Baca juga : Antara Hukama dan Kuhana

Sejak awal Revolusi Islam, para pemimpin Republik Islam Iran telah menganggap dialog antaragama sebagai dasar perdamaian dan hidup berdampingan di dunia, serta solusi efektif untuk mengatasi ekstremisme. Pembentukan Pusat Dialog Antar Agama dan Budaya di Iran dan upaya yang dilakukan selama tiga dekade terakhir telah menunjukkan hal itu.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.