Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Jadi Tuan Rumah Dialog Damai AS-Iran
Pakistan Berlakukan Pengamanan Berlapis
Sabtu, 11 April 2026 06:30 WIB
Sebelumnya
Langkah pengamanan diperketat dengan melibatkan seluruh aparat penegak hukum dan pasukan keamanan. Kawasan Red Zone, yang menjadi pusat pemerintahan, akan ditutup total selama kunjungan delegasi berlangsung. Sejumlah akses masuk ke ibu kota juga akan dibatasi.
Selain itu, hotel di kawasan tersebut telah disterilkan khusus untuk para delegasi, dengan pengamanan berlapis di dalam dan sekitarnya. Rumah sakit serta layanan darurat juga disiagakan penuh untuk mengantisipasi segala kemungkinan.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga telah mengonfirmasi partisipasi negaranya dalam perundingan tersebut.
Pakistan memainkan peran penting dalam mendorong proses diplomasi ini. Sejak konflik memanas, Islamabad aktif membuka jalur komunikasi antara Teheran dan Washington, termasuk menjalin koordinasi dengan sejumlah negara kawasan dan China.
Baca juga : Biar Ada Efek Jera, Sanksi Tegas Pelaku
Hubungan baik Pakistan dengan hampir semua pihak yang terlibat membuatnya dipercaya jadi mediator.
Sebelumnya, hubungan Islamabad-Washington sempat naik turun. Ketegangan memuncak saat operasi rahasia AS menewaskan pimpinan al-Qaeda Osama bin Laden, di dekat Islamabad pada 2011. Namun, hubungan kedua negara kembali menghangat, salah satunya berkat kerja sama kontraterorisme dan kedekatan Trump dengan Panglima Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir.
Pakistan juga punya hubungan erat dengan Iran, China, serta negara-negara Teluk. Satu yang absen: Israel, yang memang tidak diakui Islamabad dan tidak ikut dalam perundingan ini.
Pakistan sejatinya bukan pemain baru dalam diplomasi “kelas berat”. Pada 1971, negara ini pernah menjadi jalur rahasia bagi pertemuan AS dan China yang mengubah peta politik dunia.
Baca juga : Arsenal Vs Bournemouth, Andalkan Kandang
Pada Juli 1971, Presiden saat itu Richard Nixon bersama Penasihat Keamanan Nasional Henry Kissinger, diam-diam merancang pembukaan hubungan dengan China.
Dalam kunjungannya ke Pakistan—sekutu AS pada era Perang Dingin—Kissinger berpura-pura sakit sebagai kedok untuk melakukan perjalanan rahasia ke Beijing. Sebuah langkah yang kemudian mengubah peta politik dunia.
Setelah serangan 11 September 2001, Islamabad kembali menjadi pusat perhatian dunia. Sejumlah jurnalis asing, mulai dari CNN hingga BBC, berdatangan dan memadati hotel-hotel seperti Marriott dan Holiday Inn.
Mereka meliput secara langsung persiapan AS melancarkan operasi militer ke Afghanistan. Bahkan, atap-atap hotel digunakan sebagai lokasi siaran langsung, dengan sejumlah tempat menetapkan tarif hingga 500 dolar AS per hari.
Baca juga : Rachel Vennya, Berebut Rumah Dengan Eks Suami
Kini, saat konflik kembali memanas di kawasan, Islamabad lagi-lagi berada di panggung utama. Dunia menanti, apakah dari kota ini akan melahirkan jalan menuju damai. DAY/MEL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 11 April 2026 dengan judul "Jadi Tuan Rumah Dialog Damai AS-Iran Pakistan Berlakukan Pengamanan Berlapis"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya