Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Trump Klaim Iran Setuju Soal Nuklir, Perang Di Selat Hormuz Mendingin
Jumat, 8 Mei 2026 07:30 WIB
Sebelumnya
"Jika mereka berbicara kepada kami dengan logika, dialog mungkin dilakukan. Tetapi bahasa ancaman dan perundungan tidak akan membawa kita ke mana-mana," sambungnya.
Pezeshkian menegaskan, Iran akan tetap melanjutkan program nuklir untuk perdamaian. Teheran tak akan memenuhi tuntutan AS agar Iran sepenuhnya meninggalkan program nuklir.
"Kita tidak boleh membiarkan kapasitas ini dirampas," kata Pezeshkian.
Sementara itu, China menegaskan dukungannya terhadap hak Iran dalam mengembangkan energi nuklir secara damai. Pernyataan ini disampaikan Menteri Luar Negeri China Wang Yi saat bertemu Menlu Iran Abbas Araghchi di Beijing, Rabu (6/5/2026).
Baca juga : 10 Titik Layanan Jemaah Siaga 24 Jam Di Masjid Al-Haram
Wang Yi menegaskan, Iran punya hak yang tidak boleh diganggu gugat dalam urusan teknologi nuklir untuk tujuan sipil. China menghargai komitmen Teheran yang berjanji tak akan melangkah ke arah pembuatan senjata nuklir. Namun, Iran harus menggunakan energi tersebut secara bijak dan damai.
Selain nuklir, Beijing berharap semua pihak segera merespons seruan internasional untuk memulihkan kondisi Selat Hormuz. Stabilitas keamanan Selat Hormuz adalah harga mati bagi keamanan energi internasional.
Sementara itu, situasi Selat Hormuz sedikit mendingin, setelah beberapa hari lalu AS dan Iran saling merudal kapal-kapal yang melintas. Meski demikian, masih ada sedikit tembak-menembak.
Militer AS mengklaim telah melumpuhkan sebuah kapal tanker berbendera Iran yang tengah menuju pelabuhan Iran di Teluk Oman. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan, jet tempur Angkatan Laut AS menembakkan beberapa peluru dari meriam 20 mm hingga melumpuhkan kapal tanker M/T Hasna, Rabu (6/5/2026) pagi waktu setempat.
Baca juga : Elly Rosita Silaban: Bukan Tukar Guling, Tetapi Buruh Dipertimbangkan
"Pasukan AS melumpuhkan kemudi kapal tanker dengan menembakkan beberapa peluru dari meriam 20 mm dari pesawat tempur F/A-18 Super Hornet Angkatan Laut AS yang diluncurkan dari USS Abraham Lincoln (CVN 72). Hasna tidak lagi transit ke Iran," kata CENTCOM, dilansir Al Arabiya, Kamis (7/5/2026).
"Blokade AS terhadap kapal-kapal yang mencoba masuk atau keluar dari pelabuhan Iran tetap berlaku sepenuhnya," imbuhnya.
Sementara kapal induk Prancis Charles de Gaulle beserta kapal pengawalnya sedang melintasi Terusan Suez dilaporkan bergerak menuju Laut Merah bagian selatan, merespons kemungkinan misi memulihkan navigasi di Selat Hormuz.
Mendinginnya tensi di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia pun turun. Dilansir Reuters, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni 2026 turun 7,19 dolar AS atau sekitar 7,03 persen, menjadi 95,08 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Baca juga : Mirah Sumirat: Gerakan Buruh Tidak Bergantung Satu Orang
Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli 2026 merosot 8,6 dolar AS atau sekitar 7,83 persen menjadi 101,27 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya