Dark/Light Mode

Punya Kepentingan Yang Bertolak Belakang

Anggota BRICS Kompak Dong Hadapi Krisis Global

Sabtu, 16 Mei 2026 06:30 WIB
Menlu RI Sugiono bersama Menlu India Subrahmanyam Jaishankar di New Delhi, India, Kamis (14/5/2026). Foto KEMLU RI.
Menlu RI Sugiono bersama Menlu India Subrahmanyam Jaishankar di New Delhi, India, Kamis (14/5/2026). Foto KEMLU RI.

 Sebelumnya 
Perpecahan makin terlihat di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah. Iran dan Uni Emirat Arab, sama-sama anggota BRICS, memiliki kepentingan yang bertolak belakang di kawasan tersebut.

Menlu Sugiono menyerukan agar BRICS, sebagai kekuatan Global South, berperan aktif menjaga perdamaian dan stabilitas global.

“Sebagai kekuatan yang sedang bangkit di Global South, BRICS memiliki kedudukan dan tanggung jawab untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam menjaga perdamaian dan melestarikan aturan yang menopang stabilitas global,” ujar Sugiono, dikutip dari pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jumat (15/5/2026).

Sugiono menekankan, nilai terbesar BRICS terletak pada penguatan suara negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global masa depan.

Baca juga : Bos OJK: Pasar Modal RI Tetap Stabil Dan Resilien

Dia mengingatkan agar BRICS senantiasa menjunjung tinggi hukum internasional secara adil, konsisten dan tanpa standar ganda karena tidak ada negara yang kebal hukum.

Sugiono secara khusus menyoroti gugurnya empat penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di UNIFIL (Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB di Lebanon) dan menyerukan akuntabilitas penuh bagi pihak yang bertanggung jawab.

Indonesia menegaskan, keselamatan personel penjaga perdamaian PBB adalah prinsip yang tidak boleh dikompromikan.

Lebih lanjut, Sugiono menekankan pentingnya reformasi tata kelola global untuk menghadapi tantangan masa kini. Termasuk reformasi sistem perdagangan dunia agar inklusif, terbuka dan nondiskriminatif, dengan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) sebagai fondasi utama.

Baca juga : CFD Di Jl Rasuna Said Akan Dimulai Lebih Pagi

Sejalan dengan tema keketuaan India di BRICS, Indonesia menyambut baik penguatan New Development Bank (NDB) dan menegaskan tengah menyelesaikan proses internal untuk bergabung.

Ke depan, Indonesia dapat memanfaatkan forum BRICS untuk terus memperkuat kolaborasi di sejumlah sektor strategis termasuk ekonomi, perubahan iklim, energi, kesehatan serta reformasi tata kelola global.

Keanggotaan Indonesia pada BRICS diharapkan dapat memberikan manfaat serta kerja sama konkret, mengingat BRICS mewakili 28–30 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) serta merepresentasikan 45 persen populasi dunia.

BRICS Foreign Ministers’ Meeting merupakan forum utama BRICS di tingkat Menlu dan bagian dari rangkaian menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS yang akan dilaksanakan pada 12–13 September 2026 di New Delhi, India. DAY

Baca juga : Target Sama, Beban Beda

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 16 Mei 2026 dengan judul "Punya Kepentingan Yang Bertolak Belakang Anggota BRICS Kompak Dong Hadapi Krisis Global"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.