Dark/Light Mode

China Beli Minyak & 200 Boeing, Trump Klaim Menang Banyak

Minggu, 17 Mei 2026 07:30 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbincang dengan Presiden China Xi Jinping. (Foto: Instagram/whitehouse)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbincang dengan Presiden China Xi Jinping. (Foto: Instagram/whitehouse)

 Sebelumnya 
Sementara itu, Jinping mengatakan lawatan Trump menjadi kunjungan penting yang menandai hubungan bilateral memasuki fase baru. Dalam pertemuan dengan Trump, Jinping menyebut AS dan China sepakat membangun kerangka stabilitas strategis untuk tiga tahun ke depan. Mencakup bidang ekonomi, keamanan kawasan, hingga AI. 

"Hubungan stabilitas strategis yang sifatnya saling memperbaiki," ujar Jinping sembari berjanji mengirimkan benih tanaman untuk ditanam di White House Rose Garden, Washington. 

Sebagai kelanjutan diplomasi Washington-Beijing, Trump secara resmi mengundang Jinping berkunjung ke Gedung Putih pada 24 September mendatang. Jinping dikabarkan berjanji untuk melakukan kunjungan balasan ke AS. 

Baca juga : Kapuskeshaj Minta Lansia Haji Terus Didampingi

Media Pemerintah China menyebut pembicaraan kedua negara diperkirakan berlanjut di Washington DC. Selain itu, Trump dan Jinping juga diperkirakan kembali bertemu dalam forum APEC 2026 di Shenzhen pada November serta KTT G20 2026 di Florida pada Desember mendatang. 

Dalam lawatan ini, Trump tak hanya membawa Menteri Pertahanan AS Peter Hegseth dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Ia juga memboyong sejumlah bos perusahaan terbesar AS. 

Di antaranya : CEO Tesla Elon Musk, CEO Nvidia Jensen Huang, CEO Apple Tim Cook, CEO BlackRock Larry Fink, CEO Boeing Kelly Ortberg, hingga CEO Goldman Sachs David Solomon. 

Baca juga : Mansur: Banyak Program Pelatihan Hanya Bersifat Seremonial

Trump menjelaskan alasan membawa para petinggi perusahaan teknologi dan industri ke China. Menurutnya, mereka datang untuk memperkuat hubungan bisnis sekaligus menunjukkan penghormatan kepada China. "Kami punya orang-orang luar biasa dan mereka semua bersama saya. 

Kami meminta 30 orang terbaik di dunia. Saya tidak mau orang nomor dua atau nomor tiga di perusahaan. Saya hanya mau yang paling atas," ujar Trump. 

Menurutnya, kerja sama ekonomi yang lebih besar akan menguntungkan kedua negara. 

Baca juga : Kurniasih Mufidayati: Memperkuat Kompetensi Tanpa Menambah Beban

"Mereka menantikan perdagangan dan bisnis, dan semuanya akan berjalan timbal balik," kata Trump kepada Jinping. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.