Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menlu RI Dan 9 Negara Kecam Israel Cegat GSF, Desak Pembebasan Para Relawan
Selasa, 19 Mei 2026 12:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah RI (Pemri) bersama sembilan negara mengecam keras tindakan Israel yang kembali mencegat armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) di perairan internasional.
Insiden tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan mengancam keselamatan para aktivis kemanusiaan, termasuk warga negara Indonesia (WNI).
Kecaman itu disampaikan dalam pernyataan bersama para Menteri Luar Negeri yang dirilis melalui laman resmi Kementerian Luar Negeri RI, Kemlu RI, Selasa (19/5/2026).
Baca juga : Pemri Kecam Israel Cegat Global Sumud Flotilla, Prioritaskan Perlindungan WNI
"Para Menteri mengecam aksi Israel yang menargetkan kapal-kapal dan aktivis kemanusiaan. Serangan-serangan semacam itu, termasuk serangan terhadap kapal-kapal dan penahanan sewenang-wenang terhadap para aktivis, merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional," bunyi pernyataan itu.
Para Menteri juga menyatakan keprihatinan yang mendalam mengenai keselamatan dan keamanan para peserta sipil konvoi tersebut dan mendesak pembebasan segera semua aktivis yang ditahan, serta penghormatan penuh terhadap hak-hak dan martabat mereka.
Selain Indonesia, pernyataan bersama itu juga diteken para Menlu dari Turki, Bangladesh, Brasil, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol.
Baca juga : Kemlu RI Kecam Israel Cegat Kapal GSF, Jurnalis Republika Masih Hilang Kontak
Di akun Instagram Global Peace, dari Convoy Command Center Istanbul, influencer Chiki Fawzi mengungkapkan, sedikitnya lima WNI menjadi korban intersepsi Israel.
Pertama, Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat yang berada di kapal Joseph. Tiga orang yang menggunakan kapal Ozgurluk, yakni Thoudy Badai, Rahendro Herubowo, dan Andre Prasetyo Nugroho.
Selain itu, jurnalis Republika, Bambang Noroyono atau Abeng yang menaiki kapal BoraLize.
Baca juga : MK Putuskan Ibu Kota Negara Tetap Jakarta, Pembangunan IKN Tetap Lanjut
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Yvonne Mewengkang, mengatakan, Senin (18/5/2026), sedikitnya 10 kapal Global Sumud Flotilla telah dicegat tentara Israel. Hingga kini, satu WNI yang telah terkonfirmasi ditangkap adalah Andi Angga Prasadewa yang berada di kapal Josef.
“Kementerian Luar Negeri mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” tegas Yvonne.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya