Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Muzani Harap Perang AS-Israel Vs Iran Tak Meluas Jelang Idul Fitri
Rabu, 18 Maret 2026 15:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua MPR RI Ahmad Muzani merespons dinamika konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Dia berharap negara-negara di kawasan Teluk Persia dapat menahan diri agar eskalasi perang tidak semakin meluas, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Menurut Muzani, meredanya intensitas konflik akan memberikan rasa aman bagi umat Islam di seluruh dunia untuk merayakan Idul Fitri dengan damai. Karena itu, dia mengimbau agar ketegangan antara pihak-pihak yang terlibat dapat segera dihentikan.
“Kita bersyukur para pemimpin negara-negara di Teluk bisa menahan diri. Ini sebagai bentuk penghormatan kepada umat Islam agar dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan damai,” ujar Muzani dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).
Baca juga : Harga Pangan Meroket Jelang Idulfitri, Pramono Pastikan Stok di Jakarta Aman
Dia juga mengapresiasi peran Arab Saudi sebagai penjaga dua Tanah Suci, Mekkah dan Madinah, yang dinilai mampu menjamin kelangsungan ibadah umrah tetap berjalan lancar di tengah situasi global yang tidak menentu.
Lebih lanjut, Muzani menilai penghentian perang akan berdampak positif terhadap kondisi global, termasuk meredakan potensi krisis energi yang dapat memengaruhi perekonomian dunia.
Apalagi, dalam waktu dekat umat Islam akan memasuki musim ibadah haji. “Penting bagi seluruh negara untuk mengedepankan dialog dan diplomasi sebagai kunci menuju perdamaian. Dunia telah merasakan damai selama puluhan tahun melalui jalur diplomasi,” jelasnya.
Baca juga : Harga Pangan Diprediksi Melonjak Jelang Idul Fitri, Ini Saran IKAPPI
Muzani juga menyinggung sikap Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai responsif dalam upaya mendorong perdamaian. Meski demikian, langkah tersebut sempat menuai perdebatan di dalam negeri.
Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, dia menegaskan bahwa ruang dialog harus tetap diutamakan sebagai bagian dari upaya diplomasi.
“Langkah presiden merupakan bagian dari ikhtiar diplomasi agar perdamaian bisa tercipta. Hal ini juga telah dilakukan para pemimpin bangsa sejak awal kemerdekaan,” ujarnya.
Baca juga : Indonesia Tidak Gabung Aliansi Militer Mana Pun
Di akhir pernyataannya, Muzani mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpecah belah akibat perbedaan pandangan. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Kita tidak boleh mudah terpancing isu-isu sensitif yang dapat memecah belah persatuan. Kepercayaan kepada pemimpin dan pemerintah harus terus dibangun agar Indonesia tetap kuat dan tidak mudah dipecah belah,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya