Dark/Light Mode

Total Korban Jiwa Tembus 10.023,

Naga-naganya, Lockdown di Italia Bakal Diperpanjang

Minggu, 29 Maret 2020 16:39 WIB
Foto: Getty Images
Foto: Getty Images

RM.id  Rakyat Merdeka - Italia diprediksi akan memperpanjang masa lockdown nasional - yang telah dijalankan sejak 10 Maret 2020 dan dijadwalkan akan berakhir pada 3 April 2020 -, menyusul jumlah korban jiwa akibat virus Corona atau Covid-19 yang telah melampaui angka 10.000 pada hari ini, Sabtu (29/3).

Dalam 24 jam terakhir, tercatat 889 warga Italia meregang nyawa karena virus Corona. Sehingga, total kasus kematian yang telah terbukukan berjumlah 10.023. Mayoritas kasus terjadi di wilayah Lombardy, dengan jumlah kasus 542. Ini adalah angka tertinggi yang dilaporkan Italia, sejak negara di kawasan Mediterania itu terjangkit pandemi Corona pada 21 Februari 2020.  

Untuk jumlah kasus positif, naik 6.000 angka menjadi 92.472. Total kasus positif ini tertinggi di dunia, setelah AS.

Baca juga : Jazilul Fawaid Sebut Lockdown Belum Tepat Diberlakukan

"Tanpa langkah-langkah tersebut (lockdown, Red), kondisinya akan menjadi jauh lebih buruk. Layanan kesehatan kita akan berada dalam keadaan yang jauh lebih dramatis. Kami akan berada dalam situasi yang tidak berkelanjutan,” kata Angelo Borelli, Kepala Perlindungan Sipil yang setiap hari membacakan perkembangan kasus Covid-19, seperti dikutip Reuters (29/3),

Terkait hal ini, Menteri Perindustrian Stefano Patuanelli mengungkapkan keyakinannya bahwa lockdown memang harus diperpanjang. "Ada hal-hal tertentu yang membuat kami percaya, bahwa lockdown yang semula akan berakhir pada 3 April mendatang, memang harus diperpanjang," ujar Patuanelli kepada stasiun TV Italia, Rai.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Italia Lucia Azzolina mengatakan, penutupan sekolah dan universitas yang dimulai sejak 5 Maret 2020, akan diperpanjang hingga melewati tanggal 3 April 2020.

Baca juga : Tertahan 7 Tahun, Pembangunan Depo Kilang Minyak di Batam Bakal Dilanjutkan

Sementara Menteri untuk Wilayah Selatan Giuseppe Provenzano, mengungkapkan keresahannya terhadap potensi ketegangan sosial dan kerusuhan, bila wabah Covid-19 menjalar hingga ke wilayah Selatan. 

"Saya khawatir, kecemasan mengenai kesehatan, pemasukan, dan masa depan yang mempengaruhi pikiran sebagian besar masyarakat kita - dengan kelanjutan ke arah krisis - berubah menjadi kemarahan dan kebencian," ujar Provenzano kepada suratkabar La Republicca, Sabtu (28/3).

Menanggapi hal ini, Michele Emiliano, Gubernur Wilayah Puglia Selatan Michele Emiliano mengaku tak terlalu mengkhawatirkan munculnya kerusuhan di wilayah selatan. Asalkan, lockdown diperpanjang hingga pertengahan Mei. 

Baca juga : Jokowi: Beliau Lebih Paham Daripada Saya

Presiden Giuseppe Conte sebelumnya telah menyatakan, bahwa ia telah menyetujui usulan stimulus sebesar 4,7 miliar euro (sekitar Rp 84 triliun) untuk membantu warga yang terdampak pandemi. Bantuan tersebut dapat berupa kupon belanja atau bahan pangan. [HES] 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.