Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sehari Setelah Perjanjian Damai AS-Iran
12 Juta Barel Minyak Lintasi Selat Hormuz
Minggu, 21 Juni 2026 08:00 WIB
Sebelumnya
Meski demikian, harga minyak dunia bergerak bervariasi pada penutupan perdagangan Jumat (19/6/2026). Dinamisnya harga minyak dunia dipengaruhi oleh batalnya pembicaraan lanjutan antara AS dan Iran yang akan berlangsung di Swiss, Jumat (19/6/2026).
Namun, pasar energi global mulai menunjukkan keyakinan bahwa risiko gangguan pasokan minyak telah mereda. Terutama setelah aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kembali berjalan relatif normal.
Minyak mentah Brent untuk kontrak Agustus turun 0,2 persen ke level 79,72 dolar AS per barel setelah sempat menguat pada awal perdagangan. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juli naik tipis 0,1 persen menjadi 76,68 dolar AS per barel. Secara mingguan, kedua kontrak tersebut masih mencatatkan penurunan sekitar 8 persen.
Baca juga : Alhamdulillah, Di Sini Melimpah...
Bagaimana dengan RI? Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dampak meredanya konflik AS-Iran perlu dikaji secara cermat. Meskipun saat ini harga minyak dunia turun, tidak serta-merta dapat menurunkan harga Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya.
"Ya pertama kan penandatanganan, harapannya betul-betul bisa dilaksanakan. Dengan kembali terbukanya Selat Hormuz kan kita baru lihat penyesuaian terhadap harga (BBM) lagi," kata Airlangga di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Meski begitu, pemerintah akan terus memantau implementasi perjanjian perdamaian tersebut. Airlangga juga belum dapat memastikan kemungkinan penyesuaian harga Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya. "Ya barangnya sampai di mana kan kita lihat," ujarnya.
Baca juga : Jualan Daun Pisang Antar Mbah Painah Berhaji
Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim meminta Kementerian ESDM dan seluruh pemangku kepentingan fokus memantau dinamika harga minyak pasca tercapainya kesepahaman damai AS-Iran. Menurutnya, apabila stabilitas kawasan Timur Tengah benarbenar membaik dan harga minyak dunia mengalami penurunan, masyarakat Indonesia berhak merasakan manfaatnya melalui kebijakan harga BBM yang lebih rasional dan transparan.
"Jika harga minyak dunia turun, jangan sampai fakta itu ditutupi. Masyarakat berhak menikmati dampak positifnya," pinta pria yang akrab disapa Gus Rivqy.
Namun, ia memahami bahwa harga BBM tidak hanya dipengaruhi harga minyak mentah dunia. Faktor lain seperti nilai tukar rupiah, biaya distribusi, kondisi fiskal negara, hingga kebutuhan subsidi energi juga menjadi variabel penting.
Baca juga : Belgia Vs Iran, Laga Penentu Di Grup Buntu
Meski memiliki sumber daya alam melimpah, kebutuhan minyak nasional masih belum sepenuhnya dipenuhi dari produksi dalam negeri. Akibatnya, setiap gejolak internasional langsung berdampak pada biaya energi nasional.
Gus Rivqy mencontohkan konflik di Timur Tengah, perang, hingga gangguan rantai pasok global. Imbasnya, masyarakat ikut menanggung kenaikan biaya transportasi, logistik, dan kebutuhan pokok.
"Ini menunjukkan sektor migas kita masih sangat dipengaruhi dinamika global," pungkasnya. [MEN/UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya