Dark/Light Mode

PM Lawrence Wong Kunjungi Jakarta, Tinjau Perkembangan Proyek Bilateral

Minggu, 5 Juli 2026 21:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan PM Singapura Lawrence Wong menyampaikan pernyataan pers bersama usai Leaders` Retreat di Singapura, Senin (16/6/2025). (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto dan PM Singapura Lawrence Wong menyampaikan pernyataan pers bersama usai Leaders` Retreat di Singapura, Senin (16/6/2025). (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Jakarta untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto pada Senin (6/7/2026). 

Pertemuan ini merupakan bagian dari agenda tahunan Pertemuan Tahunan Pemimpin Singapura-Indonesia atau LeadersRetreat.

Berdasarkan siaran pers dari Kantor Perdana Menteri Singapura pada Minggu (5/7/2026), kedua pemimpin negara tersebut akan meninjau perkembangan proyek-proyek bilateral yang telah berjalan sejak pertemuan serupa pada Juni 2025 di Singapura. 

Baca juga : Komisi V DPR Minta Pemprov Jabar Percepat Pembebasan Lahan Proyek Strategis

Selain evaluasi, pertemuan ini bertujuan untuk menjajaki mekanisme baru guna memperkuat kolaborasi di berbagai sektor strategis yang menguntungkan kedua belah pihak.

Agenda Strategis dan Delegasi Singapura

Pertemuan ini sekaligus menegaskan kedalaman hubungan diplomatik serta komitmen kedua pemerintah untuk memperluas kerja sama di tingkat regional maupun global.

Dalam kunjungan ini, PM Lawrence Wong didampingi jajaran menteri senior Singapura, di antaranya: Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong, Menteri Koordinator Pelayanan Publik dan Menteri Pertahanan Chan Chun Sing, dan Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan.

Baca juga : KPK: Bupati Langkat Kantongi Rp 800 Juta dari Fee Proyek

Ada juga Menteri Pembangunan Sosial dan Keluarga Masagos Zulkifli serta Menteri Tenaga Kerja sekaligus Menteri yang bertanggung jawab atas Energi dan Sains & Teknologi Tan See Leng.

Pertemuan tahun ini akan menjadi momentum penting untuk menindaklanjuti 19 kesepakatan strategis yang dihasilkan pada Leaders’ Retreat 2025. Berdasarkan data dari Kementerian Sekretariat Negara RI dan Istana Kepresidenan, terdapat lima Nota Kesepahaman (MoU) utama yang menjadi fokus pemantauan. 

Yang pertama adalah laporan bersama: hasil dari enam kelompok kerja sama ekonomi bilateral. Kedua, ketahanan pangan, yang mencakup kerja sama keamanan pangan dan teknologi pertanian antara Kementerian Pertanian RI dan Kementerian Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura.

Baca juga : Agar Pengunjung Nyaman, Rano Karno Turun Tangan Atasi Bau Taman Bendera

Poin ketiga adalah kawasan industri berkelanjutan, yang membahas kerja sama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI dan Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura. Kemudian ada juga seputar energi lintas batas dan teknologi hijau. 

Selain membahas isu bilateral, kedua pemimpin juga dijadwalkan bertukar pandangan mengenai perkembangan isu regional dan global terkini guna memastikan stabilitas di kawasan tetap terjaga. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.