Dark/Light Mode

Kemlu Pulangkan 2 ABK WNI Korban Serangan Kapal di Yaman, 1 Hilang

Jumat, 21 Agustus 2026 09:15 WIB
Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah.
Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) terus memantau penanganan para Anak Buah Kapal (ABK) WNI korban serangan kapal MV Tihamah di kawasan Pelabuhan Bab Al-Mandab, Yaman, yang terjadi pada 11 Agustus lalu.

Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah mengungkapkan, dua WNI yang selamat kini telah dipindahkan ke fasilitas medis yang lebih aman untuk persiapan pemulangan ke Tanah Air.

"Perkembangan terakhir, pada tanggal 18 Agustus, kedua WNI ABK yang selamat telah dipindahkan dari RS Second Desember di Yaman ke RS Prince MBS di Kota Aden, yang berjarak sekitar 271 km dari rumah sakit sebelumnya pasca-insiden," kata Heni. 

Baca juga : Singapura Waspada Kabut Asap, RI Gerak Terpadu Tangani Karhutla

Heni menambahkan, pemindahan dilakukan dengan pertimbangan risiko keamanan dan keselamatan para ABK. Saat ini, tim diplomatik Indonesia sudah diterjunkan langsung ke lokasi untuk mendampingi kedua korban selamat tersebut.

"Pemulangan kedua ABK yang selamat tersebut akan kita lakukan dalam waktu dekat ini," tuturnya.

Sementara itu, satu ABK WNI lainnya yang masih dinyatakan hilang. Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi intensif dengan otoritas setempat guna melanjutkan proses pencarian.

Baca juga : Tawa Dan Sorak Sorai Warnai Diplomasi Sepakbola Di GBK

"Pencarian masih terus dilakukan dan belum menyampaikan kapan pencarian itu akan dihentikan. Kita akan terus memonitor sambil melakukan persiapan untuk pemulangan dua ABK kita yang selamat," ungkap Heni.

Selat Bab Al-Mandab merupakan salah satu jalur pelayaran internasional paling vital sekaligus rawan konflik di kawasan Laut Merah dan Yaman.

Wilayah perairan ini kerap menjadi target serangan rudal, drone, maupun aksi pembajakan oleh kelompok milisi di Yaman seiring tingginya eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.