Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
Ngobrol Santuy dengan Dubes RI untuk China Djauhari Oratmangun
Sanksi Sosial Paling Ampuh untuk Warga Patuhi Aturan
Selasa, 9 Juni 2020 01:49 WIB
Sebelumnya
Situasi itu tak cuma dialaminya dan para staf KBRI. Umat Muslim di wilayah lain seperti di Ningxia dan Xinjiang, juga merasakan hal yang sama. Dalam kondisi normal, umat Muslim di wilayah itu pasti akan shalat berjamaah di masjid. Dan saling berkunjung.
“Tradisinya memang nggak beda jauh dengan masyarakat kita. Kirim-kiriman makanan. Sama,” terangnya.
Baca juga : Kontraktor China Bantu Bangun Bangsal Perawatan Pasien Corona
Bahkan, gara-gara Covid-19, salah satu proyek besar pembangunan masjid dan pusat Islam dengan luas lebih dari 67 hektare di Yongming tertunda. Karena, kata Djo, prioritas Pemerintah China saat ini adalah perang melawan Covid-19.
“Kegiatan-kegiatan besar memang masih belum diizinkan. Karena masih cukup berisiko,” katanya.
Baca juga : `Majulah Terus Rakyat Merdeka Menjadi Media Terpecaya`
Singgung ABK
Dalam perbincangan ini, Djo juga mengulas soal dugaan pelanggaran hak anak buah kapal (ABK) China asal Indonesia. Djo mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendekatan kepada berbagai pihak di China. Dan menurutnya, persoalan itu sudah diselesaikan.
Baca juga : Pikat Turis Lewat Festival Jelajah Nusantara
Ada dua hal yang diharapkan bisa segera dituntaskan. Yang pertama adalah soal suasana kerja. Yang dianggap tidak sesuai dengan kontrak. Dan yang kedua yakni, soal penggajian ABK WNI. Dia mengaku, sudah membicarakan hal tersebut dengan beberapa pihak China.
“Sekaligus saya minta agen-agen di Tanah Air diingatkan dalam membuat kontrak kerja,” tandasnya. [PYB]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya