Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kontraktor China Bantu Bangun Bangsal Perawatan Pasien Corona

Kamis, 23 April 2020 20:21 WIB
Bangsal Perawatan Pasien Corona di rumah sakit milik Lippo Group. (Foto: ist)
Bangsal Perawatan Pasien Corona di rumah sakit milik Lippo Group. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - China Construction Fourth Engineering Division Corp. Ltd. Perwakilan Indonesia (CSCEC) ikut membantu pembangunan fasilitas bangsal perawatan pasien corona (covid-19). Fasilitas tersebut dibangun di tiga rumah sakit milik Lippo Group di Jakarta dan Tangerang.

Fasilitas dasar rumah sakit itu telah diserahkan kepada Lippo Group bulan ini oleh perwakilan CSCEC di Indonesia He Jianbo kepada Huang dari Lippo Group. Kendati sudah diserahkan, CSCEC terus memantau pemanfaatan bangsal RS itu dari aspek konstruksinya. 

Berita Terkait : Sentra Mijen Demak Siap Panen Bawang Merah, Kementan Jamin Stabilitas Pasokan dan Harga

Pembangunan fasilitas bangsal perawatan dilakukan di area parkir rumah sakit. Luas lokasi konstruksi 698,29 meter persegi untuk 5 bangsal sementara dengan 28 kamar rawat ukuran standar. Sedangkan fasilitas tempat tidur yang dapat dipakai 69 buah.

Direktur CSCEC Indonesia, Wu Kun mengatakan, membangun bangsal rumah sakit saat pandemi corona tantangan sangat berat. Selain harus tetap menjaga kesehatan dan keselamatan para pekerjannya, jumlahnya yang ada di Indonesia hanya tinggal beberapa orang. Sementara, pembangunannya ditarget selesai 10 hari. Untuk itulah mereka bekerja siang malam mengejar target. 

Berita Terkait : PGN Rogoh Rp 3,7 Miliar Untuk Bantu Penanganan Corona

“Pemasangan fasilitas rumah sakit ke depannya adalah tanggung jawab dari rumah sakit Lippo, kami hanya bertanggung jawab atas pembangunan bangsal sementara,” katanya. Selain karena permintaan dari Lippo Group, pembangunan bangsal sementara rumah sakit ini juga sebagai lambang persahabat Indonesia-China.  

Saat ini jumlah pasien di Indonesia yang telah terjangkit corona sudah menembus angka di atas 7 ribu orang dan setiap hari masih terus bertambah ratusan orang. Pihak CSCEC mengaku akan terus membantu Indonesia mengatasi vocid -19 sesuai bidang mereka. [DIT]