Dark/Light Mode

Buka Pintu Bagi Wisatawan 4 Negara

Jepang Tidak Ingin Terus Lunglai Dihantam Covid-19

Sabtu, 20 Juni 2020 06:07 WIB
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mendorong warga beraktivitas sosial dan ekonomi. (Foto AFP)
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mendorong warga beraktivitas sosial dan ekonomi. (Foto AFP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jepang mulai melonggarkan pembatasan perjalanan. Baik domestik, maupun luar negeri. Pelonggaran ini diharap dapat memulihkan lagi perekonomian Jepang yang lunglai dihantam Covid-19.

Keputusan itu ditetapkan pada Kamis malam (18/6) waktu setempat. Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe bahkan menyerukan agar warga keluar rumah, atau menghadiri acara dan kegiatan lain. Untuk membantu perekonomian negara keluar dari resesi akibat pandemi.

Sebelumnya, Jepang mulai melonggarkan keadaan darurat akibat pandemi Covid-19 pada Mei lalu. Ketika penyebaran wabah tersebut mulai menurun. Pelonggaran terbaru memungkinkan orang-orang untuk kembali bekerja. Demikian pula dengan restoran dan bar. Dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Hal itu tertuang dalam pernyataan yang disampaikan langsung PM Abe.

“Kami ingin Anda melakukan upaya untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan ekonomi,” kata Abe, dikutip Reuters, kemarin.

Baca juga : Kemandirian Pakan Penting Di Tengah Pandemi Covid-19

Terakhir, Pemerintah Jepang meminta warganya, terutama yang berasal dari prefektur yang menjadi zona merah Covid-19 untuk tetap berada di wilayahnya. Mereka diminta untuk menghindari melakukan perjalanan.

Lebih lanjut, selain melonggarkan perjalanan domestik, Jepang juga akan melonggarkan perjalanan warga asing ke negara tersebut. Khususnya, yang berasal dari empat negara. Australia, Selandia Baru, Thailand dan Vietnam.

Dikutip dari Kyodonews, pebisnis dari negara-negara tersebut diizinkan masuk ke Jepang dengan syarat. Mereka melakukan tes dan mendapatkan hasil negatif. Mereka juga harus menyimpan data GPS mereka pada aplikasi smartphone untuk membantu pelacakan kontak.

Pengusaha, seperti eksekutif, staf teknis dan mereka yang berpartisipasi dalam Program Pelatihan Praktek Kerja akan diperbolehkan jika memenuhi syarat. Sedangkan pelajar belum diperbolehkan.

Baca juga : Kemhan Ingatkan Ancaman Virus Baru Setelah Covid-19

Sementara pelancong yang datang dari empat negara di atas, termasuk warga negara Jepang, harus menyerahkan detail rencana perjalanan. Ke mana mereka akan berkunjung selama 14 hari pertama masa tinggal mereka. Mereka juga tidak dapat menggunakan transportasi umum selama periode ini.

Abe mengatakan, keempat negara dipilih karena bisa mengendalikan penyebaran Covid-19. Katanya, pembatasan perjalanan untuk negara lain akan berkurang seiring membaiknya situasi.

Jepang saat ini melarang masuk warga dari 111 negara dan wilayah. Termasuk Amerika Serikat, sebagian besar Asia termasuk China dan Korea Selatan, dan seluruh Eropa. Abe mengatakan, pihaknya akan melanjutkan langkah-langkah pembatasan untuk mencegah kasus impor virus corona baru.

“Pada saat yang sama, kita perlu melanjutkan perjalanan internasional, sebagian dan bertahap, untuk pemulihan ekonomi,” katanya.

Baca juga : Jababeka Luncurkan Paket Perlindungan Orang Tua Dari Covid-19

Meski mulai melonggarkan pembatasan perjalanan, pemulihan diprediksi akan berjalan lambat. Karena masih banyak orang yang menghindari keramaian. Dan sebagian besar perjalanan ke Jepang masih terbatas. Tercatat hanya 1.700 orang asing tiba di Jepang pada Mei. Menurut Organisasi Pariwisata Jepang, jumlah itu merupakan yang terkecil sejak 1964.

Dua maskapai besar Jepang, ANA Holdings dan Japan Airlines Co., mengatakan, mereka memulai kembali beberapa penerbangan domestik karena permintaan meningkat. Tapi keduanya mengatakan, jadwal penerbangan pada Juli masih setengah dari apa yang mereka rencanakan sebelum pandemi Covid-19.

Hingga kini, tercatat lebih 17 ribu kasus virus corona di negara itu. Di mana jumlah kematian sebanyak 948 orang. [PYB/DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.