Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ajak Perkuat Ketahanan Pangan

Kemhan Ingatkan Ancaman Virus Baru Setelah Covid-19

Jumat, 19 Juni 2020 07:04 WIB
Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono (Foto: Istimewa)
Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah harus lebih gencar menyiapkan ketahanan pangan. Langkah itu sangat penting untuk memperkuat pertahanan negara di dalam menghadapi ancaman serangan virus baru.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan, meningkatkan ketahanan pangan merupakan salah satu solusi menghadapi pandemi Covid-19. Langkah itu harus terus diperkuat. Karena bukan tidak mungkin ke depan akan muncul virus baru usai corona yang menyerang kehidupan manusia. 

Berita Terkait : MPR Dorong Kerja Sama Kesehatan Indonesia-Kuba Ditingkatkan dalam Melawan Covid-19

“WHO menyatakan virus baru itu akan terus bermunculan. Jadi, seandainya pandemi Covid-19 ini usai, tak menjamin di masa depan wabah penyakit baru tak muncul. Karena itu indikator ketahanan pangan harus kita tingkatkan di masa depan untuk mengantisipasi serangan wabah penyakit,” ungkap Trenggono dalam Webinar yang digelar Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) Jawa Timur dengan tema Penguatan Pangan dan Kesehatan Rakyat Sebagai Basis Ketahanan Negara Pasca Pandemi, kemarin. 

Dia menerangkan, ketika terjadi sebuah pandemi berujung kepada krisis seperti sekarang, ada beberapa dampak yang harus dihadapi. Pertama, muncul pengangguran karena kegiatan ekonomi dipaksa berhenti. Kedua, masalah ketersediaan pangan. Ketiga, ketahanan kesehatan. 

Berita Terkait : OKP Nasional Ajak Masyarakat Bangun Pilkada Jurdil dan Aman Covid-19

Kalau ketiga hal ini tak bisa dikelola dengan baik, lanjut Trenggono, bisa berpengaruh kepada ketahanan dan kedaulatan negara secara keseluruhan. Karena itu, semua elemen bangsa perlu bekerja sama secara serius melawan ancaman pandemi agar ketahanan nasional terjaga. 

Khusus untuk sektor pangan, Trenggono menyebutkan, komoditas yang banyak dikonsumsi masyarakat adalah beras, gula, terigu dan kedelai. “Komoditi seperti beras dan gula itu perlu perhatian kondisi cadangannya. Kita juga kini menjadi importir gandum karena sekarang Indonesia pengkonsumsi mie terbesar kedua di dunia,” jelasnya. 

Berita Terkait : Jababeka Luncurkan Paket Perlindungan Orang Tua Dari Covid-19

Trenggono menuturkan, jika pandemi diibaratkan dengan suasana perang, maka dibutuhkan peralatan tempur yang kuat untuk melawan. “Peralatannya di sini salah satunya cadangan pangan yang panjang. Sekarang itu di komoditas beras kita hanya kuat untuk 69 hari, bandingkan dengan India yang bisa setahun. Karena itu kami dari Kemhan (Kementerian Pertahanan) sedang mengajukan satu model yang bisa meningkatkan ketahanan pangan nasional,” ungkapnya. [DIR]