Dark/Light Mode

Terus Dampingi WNI di Tengah Pandemi

KBRI Roma Bagikan 1.132 Paket Logistik dan Pulangkan 1.698 ABK

Kamis, 13 Agustus 2020 08:37 WIB
Tim Kedutaan Besar Republik Indonesia Roma melepas kepulangan ABK WNI. (Foto KBRI Roma)
Tim Kedutaan Besar Republik Indonesia Roma melepas kepulangan ABK WNI. (Foto KBRI Roma)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pandemi Covid-19 tidak membuat upaya perlindungan WNI di negara akreditasi (Italia, Malta, Siprus dan San Marino) berkurang. Bahkan di tengah pandemi, Kedutaan Besar Republik Indonesia/KBRI Roma terus berjibaku mendampingi dan melindungi WNI.

Hingga Juli 2020, KBRI Roma telah menyampaikan 1.132 paket bantuan logistik kepada WN di Italia dan Malta. Paket tersebut terdiri atas masker, bahan makanan, vitamin, hand sanitizer, obat-obatan dan lainnya.

Selain itu, melalui koordinasi dan kerja sama erat dengan berbagai pihak baik di Italia maupun di Indonesia, KBRI Roma telah memfasilitasi pemulangan WNI ke Indonesia. Sebanyak 1.689 Anak Buah Kapal (ABK) WNI yang bekerja di berbagai kapal pesiar Italia telah kembali ke Indonesia.

Berita Terkait : Tito: Pilkada di Tengah Pandemi Bisa Lahirkan Pemimpin Kuat dan Tangguh

Sementara itu, lebih dari 9 ABK bermasalah yang bekerja di kapal nelayan di Italia dan Malta juga telah kembali ke Indonesia.

Upaya menjamin kehadiran negara untuk WNI dan perlindungan terhadap WNI bermasalah terus dilakukan. KBRI Roma mencatat adanya peningkatan permohonan perlindungan ABK WNI yang bekerja pada kapal nelayan di negara akreditasi, dengan permasalahan antara lain permasalahan kontrak kerja, ketidaksesuaian gaji dengan beban kerja, kondisi kerja yang tidak kondusif, dugaan tindak kekerasan fisik atau verbal, serta permasalahan ketenagakerjaan lainnya.

Dalam kaitan ini, KBRI Roma terus dan akan tetap melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait memberikan pendampingan hukum dan perlindungan terhadap ABK WNI. KBRI Roma telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak di Italia, termasuk dengan Kementerian Luar Negeri Italia, otoritas pelabuhan (Coast Guard), Kapten dan pemilik kapal, ITF (International Transport Federation), dan lainnya. Prinsip perlindiungan korban (victim center approach) selalu diutamakan, untuk menjamin jaminan keamanan dan keselamatan ABK WNI.

Berita Terkait : Terima Kasih Bapak dan Ibu Tani

Hotline Center KBRI Roma pada nomor +393389542333 juga dapat dihubungi untuk pelaporan (aduan) kasus atau situasi emergency. Selain itu ABK WNI juga dapat menghubungi atau Crisis Center BP2MI di nomor +622129244800.

"Upaya perlindungan terhadap ABK WNI perlu terus diperkuat, dimulai dari proses perekrutan yang dilakukan di Indonesia, melalui prosedur yang benar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," pernyataan pers KBRI Roma.

"Penting bagi calon ABK untuk mengetahui kontrak kerja, hak dan kewajiban, ketentuan hukum di negara akreditasi, serta hal-hal terkait lainnya."

Berita Terkait : Tetap Bertumbuh di Tengah Pandemi, AgenBRILink Layani Lebih dari 52 Ribu Desa

Upaya perlindungan juga membutuhkan partisipasi ABK. KBRI Roma terus menghimbau agar para ABK segera melakukan lapor diri melalui Portal Peduli WNI, sehingga dapat dicatat keberadaannya dan diberikan pelayanan sesuai kebutuhan. [MEL]