Dark/Light Mode

Gelar Juara Dunia Bebas Uji Coba Nuklir Untuk Mantan Presiden Kazakhstan

Kamis, 27 Agustus 2020 16:47 WIB
Mantan Presiden pertama Kazakhstan, Elbasy Nursultan Nazarbayev. [Foto: inform.kz]
Mantan Presiden pertama Kazakhstan, Elbasy Nursultan Nazarbayev. [Foto: inform.kz]

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden pertama Kazakhstan, Elbasy Nursultan Nazarbayev dianugerahi gelar Sang Juara Dunia Bebas Uji Coba Nuklir atau Champion for a World Free of Nuclear Tests. Demikian dikutip kantor berita Kazinform dari Kementerian Luar Negeri Kazakhstan.

Sekretaris Eksekutif dari Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty Organization, Lassina Zerbo bertindak sebagai pemrakarsa pemberian status ini kepada Nursultan Nazarbayev pada sesi khusus Sidang Umum PBB. Sesi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Internasional Menentang Uji Nuklir pada setiap 29 Agustus. Pertimbangannya, dengan melihat kontribusi bersejarah Kazakhstan pada upaya global menuju dunia yang bebas senjata nuklir.

Baca juga : Gelar Pesta Musik, BNI Ajak Masyarakat Bersatu Untuk Indonesia Maju

Inisiatif Nazarbayev untuk mengakhiri uji coba nuklir di Polygon Semipalatinsk pada 29 Agustus 1991 silam, dinilai belum pernah terjadi sebelumnya. Keputusannya saat itu akhirnya menjadi larangan hukum pertama untuk uji coba nuklir, serta mengarah pada penetapan Hari Internasional Menentang Uji Nuklir.

Wilayah Uji Coba Semipalatinsk atau Semipalatinsk Test Site (STS) juga disebut Semipalatinsk-21 "The Polygon", adalah tempat pengujian utama senjata nuklir era Uni Soviet. Area ini terletak di padang rumput yang luas di timur laut Kazakhstan.

Baca juga : Raline Shah Bicara Cinta Sejati Untuk Indonesia

Uni Soviet pernah melakukan hingga 456 uji coba nuklir di Semipalatinsk dari 1949 hingga 1989, tanpa terlalu peduli pada dampaknya terhadap masyarakat atau lingkungan setempat. Namun efek paparan radiasi yang sekian lama disembunyikan oleh pemerintah Soviet itu baru terungkap sejak situs uji ditutup pada 1991.

Antara 1996 hingga 2012, operasi gabungan rahasia ilmuwan dan insinyur nuklir Kazakhstan, Rusia, dan AS mengamankan limbah plutonium di terowongan pegunungan. Sejak ditutup, STS telah menjadi situs pengujian atom dengan penelitian terbaik di dunia, dan satu-satunya di dunia yang terbuka untuk umum.

Baca juga : Urgensi Kolaborasi untuk Majukan Pendidikan Nasional

Selain Nazarbayev, gelar yang sama juga diterima mantan Presiden Finlandia, Tarja Halonen. PYB

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.