Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Cegat Pesawat Beijing
Taiwan Maju Tak Gentar Lawan Provokasi China
Selasa, 22 September 2020 06:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Taiwan gerah dengan aksi provokasi militer China. Negeri dengan julukan Naga Kecil Asia itu menyatakan kesiapannya membela diri dari aksi pelecehan negeri Tirai Bambu.
Otoritas Taiwan menegaskan, angkatan bersenjata berhak membela diri dari apa yang mereka sebut sebagai pelecehan dan ancaman.
“Di tengah gangguan dan ancaman tingkat tinggi dari kapal perang dan pesawat musuh, Taiwan tidak akan memprovokasi, tapi juga tidak takut pada musuh,” demikian bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Taiwan, dikutip Channel News Asia.
Baca juga : Mau Perpanjang SIM di Jakarta? Datang Saja ke 5 Lokasi Ini
Sebelumnya, beberapa pesawat China terbang melintasi Selat Taiwan dan masuk ke zona identifikasi pertahanan udara pulau itu. Hal itu mendorong Taiwan melakukan pencegatan.
China hingga saat ini masih mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya. Dan kapan pun bebas menggunakan haknya terkait wilayah itu. Latihan perang China dilakukan pekan lalu.
Hal itu bagian dari bentuk kemarahan Beijing atas kunjungan seorang pejabat senior Amerika Serikat (AS) ke Taipei baru-baru ini. Pejabat itu yakni Menteri Kesehatan Alex Azar yang datang pada Agustus lalu.
Baca juga : Pengamat: Tak Usah Maju Pilkada Kalau Uang Pas-pasan
Dan Wakil Menteri untuk urusan ekonomi Keith Krach. Kemarin, surat kabar resmiChina Daily mengatakan dalam sebuah tajuk rencana, bahwa AS mencoba menggunakan Taiwan untuk menahan China.
Tapi tidak ada yang boleh meremehkan tekad mereka untuk menegaskan kedaulatannya atas pulau itu. Masih di tajuk itu, Pemerintah AS seharusnya tidak terkecoh dalam keputusannya.
“Terutama untuk menahan kebangkitan China secara damai dan memanjakan diri dalam kecanduan AS pada hegemoni,” tulis tajuk itu.
Baca juga : Cegah Penularan Corona, JK Sarankan Pilkada Diundur
AS tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan. Tapi merupakan pendukung internasional terkuat negeri pulau itu.
Dan, merencanakan penjualan senjata dalam jumlah besar ke Taiwan. China bulan ini akan mengadakan latihan skala besar yang langka di dekat Taiwan.
China mengatakan latihan itu adalah kebutuhan untuk melindungi kedaulatannya. [PYB]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya