Dark/Light Mode

Diperkirakan Menahan 1 Juta Muslim Uighur

China Diam-diam Terus Bangun Kamp Tahanan

Jumat, 25 September 2020 06:36 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 Sebelumnya 
Dan, memberikan banyak pelajaran. Mulai dari pelajaran tentang kehidupan perkotaan, hingga penduduk di pedesaan yang telah memulai bisnis atau bekerja di pabrik setelah mendapat dukungan negara.

Laporan resmi itu juga menjabarkan, antara tahun 2014 hingga 2019, Xinjiang telah memberikan “sesi pelatihan” kepada rata-rata 1,29 juta pekerja di perkotaan dan pedesaan.

Baca juga : Ini Saran Mourinho Jika Alli Ingin Terus Main di Spurs

Di laporan itu juga dituliskan semacam peringatan bahwa ada kelompok separatis. Dituliskan, teroris, separatis, dan ekstremis agama telah mendorong publik untuk tidak mempelajari bahasa Mandarin.

Kelompok itu disebutkan dalam laporan resmi menolak ilmu pengetahuan modern. China mengklaim, pusat-pusat “pelatihan” itu diperlukan untuk membasmi ekstremisme.

Baca juga : Tapanuli Utara Bangun Lumbung Pangan

Dan, merespons laporan LSM Australia itu, media Pemerintah, China Global Times menyebutkan, kontributor LSM tersebut, Clive Hamilton dan Alex Joske dilarang memasuki China. [PYB]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.