Dark/Light Mode

Debat Perdana Capres AS Berlangsung Panas

Biden ke Trump: Bisa Diam Nggak!

Rabu, 30 September 2020 11:39 WIB
Debat Perdana Capres AS Berlangsung Panas Biden ke Trump: Bisa Diam Nggak!

RM.id  Rakyat Merdeka - Petahana Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Capres Demokrat Joe Biden berada satu panggung untuk pertama kalinya, di Case Western Reserve University and Clinic Cleveland, Ohio, Selasa (29/9) malam waktu setempat atau Rabu (30/9) pagi WIB. 

Melalui debat perdana ini, kedua Capres berlomba memperkuat basis pemilih masing-masing. Serta meraih dukungan pemilih independen atau swing voters, yang menurut Quinnipiac poll, tinggal 3 persen. Serta 11 persen menurut jajak pendapat Forbes. Sebab, lebih dari 1 juta warga AS sudah menggunakan hak suaranya lebih awal.

Hasil survei FiveThirtyEight menunjukkan, Biden unggul 7 poin atas Trump. Tapi karena sistem Electoral Collage, Biden harus mengamankan swing voters di swing states. Karena inilah kunci kemenangan capres AS.

Debat perdana ini digelar sekitar lima minggu sebelum Pilpres 3 November mendatang. Acara dimulai pukul 21.00 waktu Amerika. Suasana panggung diatur sedemikian rupa.

Berita Terkait : Jelang Debat Perdana, Biden Unggul di Swing States

Tak ada jabat tangan, saat kedua pria gaek itu naik ke panggung. Penonton pun sekitar 70 orang saja. Termasuk anggota keluarga kandidat, tamunya, staf kampanye, pembawa acara, pejabat kesehatan dan keamanan, serta jurnalis. Dalam kesempatan ini, kedua capres didampingi istri.

Debat diawali dengan topik soal kesehatan, penanganan Covid-19 dan masa depan Mahkamah Agung. Keduanya sering menyela satu sama lain, kala tidak mendapat jatah berbicara.

Hingga Biden akhirnya membentak Trump. “Bisa diam nggak!” Bentakan Biden dilontarkan ketika membahas kandidat hakim Mahkamah Agung yang dicalonkan Trump: Amy Coney Barrett, untuk menggantikan Ruth Bader Ginsburg yang wafat karena kanker pada 18 September 2020.

Trump menegaskan, ia sah mencalonkan Barret karena masih menjabat sebagai Presiden AS. Tapi Biden bersikukuh, pemilihan Hakim Agung hanya bisa dilakukan setelah pemenang pemilu diketahui.

Berita Terkait : Biden Vs Trump Debat Perdana 90 Menit

“Kami memenangkan pemilihan. Pemilu memiliki konsekuensi. Kami memiliki senat. Kami memiliki Gedung Putih dan kami memiliki calon yang fenomenal, dihormati oleh semua,” kata Trump.

Saling lempar argurmen itu berlangsung 90 menit. Biden sempat menuding Trump sebagai pembohong.

“Faktanya, semua yang dia katakan sejauh ini hanyalah kebohongan. Aku di sini bukan untuk mengungkapkan kebohongannya. Semua orang tahu dia pembohong,” kata Biden.

Trump membalas, "Orang-orang mengerti, Joe. Selama 47 tahun, Anda tidak melakukan apa-apa," balas Trump.

Berita Terkait : Inilah Ritual Dukun-dukun Peru Lindungi Capres AS Pilihan

Debat membahas enam topik kekinian: rekam jejak Biden dan Trump, Mahkamah Agung, Covid-19, Ekonomi, rasial dan integritas Pilpres.

Setiap segmen akan berdurasi sekitar 15 menit. Setiap kandidat memiliki waktu dua menit untuk menjawab, setelah moderator membuka setiap segmen dengan pertanyaan.

Panjang dan banyaknya hal yang dibahas keduanya, bisa aja tak sesuai fakta. Namun Ketua Komisi Debat Presiden AS, Frank J Fahrenkopf mengatakan, moderator debat Chris Wallace tidak akan memeriksa fakta secara langsung.

"Begitu TV dimatikan, akan ada banyak pemeriksa fakta," ujarnya.[MEL]