Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dubes RI untuk Panama Dapat Penghargaan Presiden Nikaragua

Kamis, 3 September 2020 15:05 WIB
Duta Besar Indonesia Untuk Panama, Budhy Santoso. [kemlu.go.id]
Duta Besar Indonesia Untuk Panama, Budhy Santoso. [kemlu.go.id]

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Panama, merangkap Republik Honduras, Kosta Rika dan Nikaragua, berkedudukan di Panama City, Marsekal Madya TNI (Purn) Budhy Santoso, memperoleh Tanda Penghargaan Jose de Arcoleta en el Grado de Gran Cruz dari Presiden Nikaragua, Daniel Ortega.

Upacara pemberian penghargaan dilakukan via zoom, Selasa (1/9) mengingat Budhy Santoso telah kembali ke Indonesia. Dalam upacara yang dilakukan Selasa pagi waktu Indonesia Barat itu, Menteri Luar Negeri Nikaragua, Denis Moncada Colindres membacakan Surat Keputusan (SK) Presiden Daniel Ortega mengenai penghargaan yang diberikan kepada Budhy.

Berita Terkait : Data Dukcapil Penting Bagi Pengembangan Pasar Modal

Setelah membacakan SK dari Presiden Nikaragua tersebut, Moncada memberikan penghargaan secara simbolis via Zoom. Ini merupakan penghargaan yang baru kali pertama diterima Dubes RI yang bertugas di sana. Budhy dinilai mampu membangun persahabatan dan hubungan yang sangat baik antara Indonesia dan Nikaragua.

“Ya, Dubes dari Indonesia baru saya yang mendapat penghargaan dari Presiden Nikaragua ini. Kalau sebelumnya sejumlah Dubes dari negara besar pernah mendapat penghargaan serupa," ujar Budhy.

Berita Terkait : Presiden Warning Anies Dan Khofifah

Budhy menceritakan, dirinya tiba di Panama sebagai Dubes RI yang merangkap Honduras dan Nikaragua pada 2016, tetapi pada tahun itu dirinya belum diterima Presiden Daniel Ortega.

“Pertemuan pertama saya dengan Presiden Ortega pada tahun 2019. Dalam pertemuan ini saya membicarakan potensi ekonomi Indonesia dan jalinan kerja sama yang bisa dijalin lebih erat. Saya juga sempat mengatakan bahwa antara Presiden dengan saya memiliki latar belakang sama dari militer. Presiden Ortega nampak senang punya kawan yang berasal dari tentara,” katanya.

Berita Terkait : PM Abe Mau Mundur Gegara Sakit, Penggantinya Lagi Disiapin

Selain dengan Ortega, Budhy aktif menjalin komunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri, Wakil Menteri Luar Negeri, dan bahkan dengan Menteri Investasi yang tak lain adalah anak dari Presiden Ortega.

“Saya bertemu langsung, dan membahas kerja sama berbagai bidang, terutama ekonomi dan perdagangan,” tutup Budhy. [DAY]