Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pesan Untuk Presiden Macron, Dari SBY
Dunia Tak Pernah Damai, Jika Kebebasan Didewakan Dan Toleransi Diabaikan
Senin, 2 November 2020 11:48 WIB
Sebelumnya
Kecaman juga datang dari para pemimpin negara Islam. Bukan hanya dari para pemimpin negara Barat. Pada titik ini, sebagai seorang yang pernah memimpin negara yang kaum Muslimnya terbesar di dunia, saya merasa lega.
Alhamdulillah. Ini sungguh penting. Ini modal yang amat berharga bagi pencarian solusi dan jalan ke luar di masa depan. Namun, di tengah kelegaan hati saya itu... tetap ada yang mengusik dan mengganggu pikiran saya. Apa yang saya maksud?
Setelah sama-sama mengecam terjadinya aksi kekerasan dan terorisme itu, dunia kembali terbelah. Di satu sisi, para pemimpin negara-negara Barat segera membangun solidaritas dan dukungan terhadap Perancis. Tema besarnya adalah kebebasan itu dijamin oleh negara.
Baca juga : Gandeng MUA, Rossa Pengen Bisnis Kecantikan Lokal Bersaing Di Pasar Global
Kebebasan harus diterima oleh siapa pun dan tak boleh diganggu. Kebebasan, atau freedom itu di atas segalanya. Sementara itu, di sisi lain, para pemimpin dan tokoh di dunia Islam kembali mengecam penghinaan terhadap Islam, atau blasphemy, defamation, melalui pembuatan karikatur Nabi Muhammad tersebut.
Kemarahan umat Islam makin besar, ketika Presiden Macron mengeluarkan pernyataan yang dinilai mendiskreditkan agama Islam (insulting). Protes-protes sosial segera berlangsung di sejumlah negara. Barang-barang produksi Perancis pun ikut diboikot.
Sebagaimana yang diteriakkan di Perancis pada awal tahun 2015 dulu... “We are at war”, kali ini, di Timur Tengah, juga dikumandangkan hal yang kurang lebih sama.
Baca juga : Ke Istana, Para Ulama Pulang Dengan Tangan Hampa
Kalau ditelusuri, keyakinan dan pandangan dari kedua belah pihak memang secara fundamental berbeda. Bahkan berlawanan.
Yang satu berpendapat bahwa membuat karikatur Nabi Muhammad itu sebuah ekspresi kebebasan. Hal begitu dibenarkan dan mesti dilindungi. Sedangkan, satunya lagi bersikeras bahwa tindakan itu sangat melecehkan dan menghina Islam. Perbuatan seperti itu tak boleh dibiarkan dan harus dilawan. Harus diberikan penalti.
Pandangan yang saling berbenturan inilah yang membuat situasi di banyak belahan dunia kembali bergolak. Kembali memanas. Saat ini, munculnya clash dan pertikaian seperti itu sesungguhnya tidaklah diharapkan. Ingat, semua bangsa sedang menghadapi pandemi corona dan krisis ekonomi global yang sangat serius. Yang diperlukan bukannya permusuhan dan perpecahan, tetapi justru kemitraan dan kerja sama.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya