Dewan Pers

Dark/Light Mode

Negara Pertama Suntik Vaksin Covid-19, Inggris Sambut RI Gabung Covax

Rabu, 9 Desember 2020 17:48 WIB
(Foto Ilustrasi Reuters)
(Foto Ilustrasi Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Inggris telah memulai vaksinasi massal dalam menghadapi pandemi Covid-19 pada Selasa (8/12/2020). Langkah itu disebut sebagai titik balik dalam perang melawan Covid-19.

Terkait vaksinasi, Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins menuturkan, pihaknya menyambut secara terbuka permintaan Indonesia untuk bergabung dengan Mekanisme Pasar Lanjutan Covax (Covid-19 Vaccine Global Access) .

Fasilitas Covax adalah aliansi negara yang mengumpulkan sumber daya untuk mempercepat penemuan, pembuatan, dan distribusi vaksin yang adil. Kata Jenkins, selama pandemi, Inggris dan Indonesia satu suara di komunitas internasional.

Berita Terkait : Nenek 91 Tahun Ini Serasa Dapat Hadiah Ultah Terbaik

"Dan menyimpulkan bahwa virus ini tidak mengenal batas negara atau kebangsaan. Dan harus kita lawan," ujar Jenkins, dalam siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurutnya, saat ini semua pihak memiliki tugas untuk merespon Covid-19 dalam upaya global. Tidak ada negara yang bisa melakukannya sendiri. Semua pihak harus bekerja sama untuk mengembangkan vaksin, perawatan, dan tes yang aman, efektif, dan terjangkau, serta dapat diproduksi dengan cepat dan tersedia untuk semua.

Lebih lanjut, kata dia, bergabungnya Indonesia dengan Covax, tambahnya, berarti Indonesia akan memiliki akses langsung ke ilmu pengetahuan global terbaik. Indonesia bergabung dengan 91 negara lain dalam komitmen pasar lanjutan. Artinya, Indonesia akan menerima vaksin antara 3 dan 20 persen populasi.

Berita Terkait : Vaksin Covid-19 Cuma Timbulkan Efek Samping Biasa

Inggris, jelas Jenkins, saat ini menyumbang 1/5 dari total dana global untuk vaksin, terapi dan tes melalui Covax ACT-Accelerator senilai 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 14 Triliun. Pihaknya juga menyerukan negara lain untuk berkontribusi lebih banyak.

Terpisah, Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan, pihaknya memiliki tugas untuk memastikan vaksin, perawatan, dan tes untuk Covid-19 tersedia untuk semua. Untuk menghentikan penyebaran pandemi global dan membawa umat manusia ke jalan menuju pemulihan.

"Kolaborasi di bawah ACT-Accelerator sangat penting untuk mendukung pengembangan, produksi dan akses untuk semua negara," ujar Raab.

Berita Terkait : Tanggap Penanganan Covid-19, PGN Sabet Iconomics CSR Awards 2020

Pihaknya juga mencatat, saat ini adalah langkah maju yang besar dalam perjuangan melawan Virus Corona. "Memiliki vaksin yang efektif adalah cara terbaik untuk melindungi mereka yang paling rentan, dan menyelamatkan puluhan ribu nyawa," tegasnya.

Regulator obat independen Inggris, tim ilmuwan dan dokter, menginformasikan bahwa, vaksin Pfizer/BioNTech telah lulus uji kualitas, keamanan, dan efektivitas yang ketat. "Semua harus melewati proses yang sudah ditetapkan," jelas Raab.

Komite Bersama Vaksinasi dan Imunisasi (Joint Committee on Vaccination and Immunisation /JCVI) telah menyarankan agar vaksin diprioritaskan kepada mereka yang tinggal di panti jompo berikut stafnya. Diikuti orang-orang yang berusia di atas 80 tahun dan pekerja kesehatan dan sosial. Kemudian kepada penduduk lainnya dalam urutan usia dan risiko.[PYB]