Dark/Light Mode

KBRI Panama City Bantu Pemulangan ABK WNI Bermasalah Dari Panama

Minggu, 13 Desember 2020 14:46 WIB
KBRI Panama City Bantu Pemulangan ABK WNI Bermasalah Dari Panama

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Panama City (KBRI Panama City) memulangkan 12 anak buah kapal (ABK) pada 10 Desember lalu.  Duta Besar Indonesia untuk Panama, Sukmo Harsono, yang didampingi Counsellor, Pelaksana Fungsi Protokol, Konsuler, dan Pelindungan WNI, KBRI Panama City Rheinhard Sinaga, mengantar 12 anak buah kapal Warga Negara Indonesia (ABK WNI) ke bandara Tocumen, Panama.

Ke-12 ABK tersebut bekerja di Kapal Chung Kuo 86 (IMO 8970639) milik perusahaan Gilontas Ocean Panama (Taiwan) yang pulang ke Indonesia melalui Bandara Tocumen, Panama. Dua orang ABK di antaranya adalah ABK WNI tersangkut masalah kepemilikan ganja.

Pada 21 November 2020, kedua ABK WNI dimaksud tertangkap-tangan membeli ganja dari seorang supir taksi, yang diduga pengedar, tidak jauh dari Kapal berlabuh di wilayah Pelabuhan Vacamonte, Panama.  Hukum Panama melarang ganja dan beberapa jenis daun lainnya untuk dipergunakan secara bebas di wilayah Panama.

Berita Terkait : PDIP Cetak 5 Kemenangan Di Bali, Koster Puji Tangan Dingin Prananda

Setelah mendapat kabar kasus ini, Konsuler KBRI Panama City bergerak cepat dan berkoordinasi dengan Perusahaan Gilontas untuk mendalami dan memastikan agar kasus yang melibatkan ABK WNI dapat diselesaikan dengan baik.

Dalam prosesnya, Kepolisian Sektor Vacamonte memutuskan untuk tidak melanjutkan penyelidikan kasus ini lebih jauh ke tingkat penyidikan dan memulangkan kedua ABK WNI ke Gilontas di hari berikutnya (22/11) ke Kapal di mana keduanya bekerja.

Terkait peristiwa ini, Duta Besar RI juga telah menyurati Perusahaan Gilontas secara resmi guna memastikan tidak ada ABK WNI lain yang terlibat ganja atau sejenisnya. Isi surat itu juga menegaskan kepada pihak Gilontas bahwa keselamatan kerja dan pembinaan ABK WNI adalah salah satu prioritas sangat penting. 

Berita Terkait : Gatot Diserang Rame-rame

Surat itu juga menekankan kepada perusahaan untuk secara serius dapat bertanggung-jawab atas kondisi ABK WNI sehingga tidak mengalami kejadian serupa di masa depan. Dalam surat itu, Dubes Sukmo juga menyarankan agar pihak Gilontas dapat melakukan test bebas narkoba bagi ABK WNI secara reguler.

Dalam arahannya kepada para ABK WNI, Duta Besar meminta agar ABK WNI menjauhkan diri dari narkoba dan selalu mengingat keluarga di Indonesia yang menggantungkan hidup pada para ABK yang bekerja di negeri orang.

“Saya juga meminta agar semua ABK WNI dapat menjaga diri dari segala macam tindakan kriminalitas dan menjaga nama baik Bangsa Indonesia. Saya juga tekankan, sesampainya di Indonesia, untuk tidak gampang terhasut hoaks dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerusuhan dan SARA,” ujar Sukmo.

Berita Terkait : Kelola Pelabuhan Samarinda, Kemenhub Gandeng PT Pelabuhan Tiga Bersaudara

Pada kesempatan itu, para ABK mendapat bantuan makan siang, masker, dan hand sanitizer. Sampai saat ini, sejak masa pandemi COVID-19, KBRI Panama City telah membantu pemulangan 331 orang WNI. Selain itu, ABK WNI juga membagikan 123 bingkisan bantuan logistik kepada WNI yang membutuhkan di Panama. [NNM]