Dark/Light Mode

Mengenang Kemartiran Sang Jenderal Penumpas ISIS

Rabu, 30 Desember 2020 18:08 WIB
Jenderal Qasem Soleimani
Jenderal Qasem Soleimani

RM.id  Rakyat Merdeka - Kemartiran atau syahadah (Qasem Soleimani) adalah imbalan dan pahala tiada henti baginya, atas perjuangannya selama bertahun-tahun ini.” (Ali Khamenei)

Komandan Pasukan Quds, sayap Garda Revolusi Iran Jenderal Qasem Soleimani mereguk cawan syahadah akibat serangan udara militer Amerika Serikat (AS) di Bandara Internasional Baghdad, Irak, pada Jumat (3/1/2020).

Setahun kepergian sang martir telah berlalu. Musuh mengira, dengan menerornya, akan dapat mengakhiri perlawanannya dan sekaligus melupakannya. Namun sang syahid justru semakin hidup dalam kehidupan dan ingatan bangsa Iran. Dengan syahadah ini, sisi-sisi lain, seperti akhlak, perilaku, dan karakter sosok agung ini semakin tampak bagi semua orang.

Baca Juga : November 2020, Pertumbuhan Uang Beredar Tetap Tinggi

Dengan segala pangkat militer yang dimiliki, Qasem Soleimani senantiasa menganggap dirinya sebagai abdi masyarakat, tidak pernah mencari kedudukan untuk dirinya, dan menunjukkan bahwa orang yang menerima tanggung jawab dalam sistem pemerintahan Islam harus berkhidmat dan mengabdi kepada masyarakat.

Jika Anda tidak mengenal Jenderal Qasem Soleimani, cukup Anda ketahui bahwa ia hanya sosok agung yang namanya sanggup menggetarkan setiap musuh Islam dan membuat gentar mereka. Mereka tidak memiliki keberanian untuk menargetkan sang Jenderal di wilayah perbatasan Republik Islam Iran.

Ia sosok yang disebut Komandan Bayangan dan orang terkuat di Timur Tengah. Dengan sebutan ini, ia ingin menyatakan kepada dunia bahwa ia memang orang besar dan kuat. Darah dan syahadah-nya mempertegas realita tersebut. Darah sucinya menyingkap kebusukan dan kehinaan negara yang menerornya kepada dunia.

Baca Juga : Aplikasi Kencan Tantan Berubah Jadi Social+, Ini Alasannya

Jenderal Qasem Soleimani adalah sosok yang mampu membuat gentar semua musuh, baik dalam perang 8 tahun yang dipaksakan (melawan Irak) atau berbagai peperangan beberapa tahun terakhir melawan kekuatan AS dan sekutu-sekutunya, termasuk kelompok ciptaan mereka di Timur Tengah yang dikenal sebagai kelompok teroris paling keji dan kejam di dunia, yaitu ISIS.

Dengan menciptakan ketidakstabilan di kawasan, dari satu sisi, mereka meraup keuntungan sangat besar dari penjualan senjata dan dari sisi lain, mengamankan kepentingan mereka dalam sektor sumber daya dan kekayaan di Timur Tengah.

Namanya menjadi kunci pembuka hati masyarakat di berbagai belahan dunia. Fotonya menjadi pelipur lara kesedihan umat manusia.

Baca Juga : Menperin Pede 2021 Ekonomi Tumbuh 5,5 Persen

Qasem Soleimani adalah teladan agung, pahlawan dan manifestasi keikhlasan dalam seluruh hikayat nyata yang ditulis oleh sejarah dunia. Supreme Leader Iran, Ayatullah Khamenei hingga menggambarkan sosoknya dalam shalat jenazahnya demikian gambaran berikut:

“Ya Allah! Engkau telah mengambil ruh mereka dalam keadaan berlumuran darah di jalan keridhaan-Mu, saling memberikan kesaksian di antara mereka, penuh keikhlasan demi Engkau, ya Allah!”
 Selanjutnya