Dark/Light Mode

Pengen Baikan Sama Israel

Turki Masih Galau

Senin, 28 Desember 2020 05:45 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto : AnAdoLU Agency).
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto : AnAdoLU Agency).

RM.id  Rakyat Merdeka - Turki pengen kembali membina hubungan dengan Israel. Namun, Turki masih ragu karena kebijakan Negeri Zionis yang menjajah Palestina.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kepengen berhubungan baik dengan Israel, tanpa mengorbankan perjuangan un­tuk memerdekakan Palestina.

“Kebijakan Palestina adalah garis merah kami. Tindakan tanpa ampun mereka di sana tidak bisa diterima,” kata Erdogan kepada wartawan setelah Shalat Jumat di Istanbul, dilansir Reu­ters, kemarin.

Baca juga : Sepanjang 2020, Israel Hancurkan 170 Rumah Palestina

Sebelumnya, Israel dan Turki resmi mengakhiri keretakan diplomatik keduanya.

Perselisihan itu dimulai pada 2010 ketika 10 aktivis Turki tewas dalam konfrontasi kekerasan dengan pasukan ko­mando angkatan laut Israel di atas Kapal Mavi Marmara.

Kapal itu berniat ke Gaza, untuk mengirimkan 10 ribu ton bantuan berupa makanan, obat-obatan, material konstruk­si, kursi roda dan lainnya ke wilayah yang menderita akibat blokade Israel sejak 2007.

Baca juga : Jet Tempur Israel Lancarkan Serangan Ke Gaza

Dilansir CNN, kapal itu mem­bawa aktivis yang tak bersenjata. Tapi srael mengatakan, tentara mereka diserang dengan kejam oleh para penumpang yang berada di dalam kapal itu.

Kemudian pada Mei 2018, ketegangan kembali terjadi setelah warga Palestina memprotes kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump un­tuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Protes itu dibalas Israel dengan beberapa tembakan yang menewaskan sekitar 60 orang warga Palestina dalam bentrokan di perbatasan Gaza.

Baca juga : Laku Keras, Topeng Kecantikan Asal Korsel Ini Ludes Dalam Waktu 1 Jam

Erdogan menyalahkan Is­rael dan menyebutnya sebagai “negara teroris” yang melakukan genosida. Akibat insiden itu, Turki dan Israel saling mengusir duta besar.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.