Dark/Light Mode

Dubes Al Busyra Bicara Di Depan Para Guru Ethiopia

Jumat, 22 Januari 2021 14:08 WIB
Duta Besar RI di Addis Ababa, Al Busyra Basnur berbicara di depan kepala sekolah dan para guru Wisdom Educational Academy (WEA), sebuah sekolah terkemuka di Ethiopia, Kamis (21/1/21). [Foto: KBRI Addis Ababa]
Duta Besar RI di Addis Ababa, Al Busyra Basnur berbicara di depan kepala sekolah dan para guru Wisdom Educational Academy (WEA), sebuah sekolah terkemuka di Ethiopia, Kamis (21/1/21). [Foto: KBRI Addis Ababa]

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar RI di Addis Ababa, Al Busyra Basnur berkunjung ke Wisdom Educational Academy (WEA) di Adama, sebuah kota yang terletak 100 km selatan Addis Ababa, Ethiopia, Kamis (21/1/21). Pada kesempatan tersebut, secara khusus Al Busyra diminta berbicara di hadapan kepala sekolah dan puluhan guru.

Ternyata, dia tak hanya diminta berbicara tentang Indonesia dan hubungan Indonesia dengan Ethiopia. “Secara khusus, saya diminta menyampaikan motivational speech di depan puluhan guru di sekolah tersebut,” aku Al Busyra.

Berita Terkait : Beberkan Kiat Jadi Diplomat Di Depan Mahasiswa Unbrah Sumbar

Pasalnya, mantan Konsul Jenderal RI di Houston, Texas AS ini, juga sering diundang menyampaikan pidato motivasi kepada generasi muda Ethiopia, baik di Addis Ababa, maupun kota-kota lain di Ethiopia.

WEA yang memiliki sekitar 650 pelajar dan hampir 100 orang guru itu adalah sebuah lembaga pendidikan terkemuka di kota tersebut. “Yang sangat menarik, WEA juga memiliki pendidikan Taman Kanak Kanak yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di kelas. Sementara bahasa nasional Ethiopia adalah Amharik,” jelasnya.

Baca Juga : Kadis PUPR Jambi Siap Maju Cabup Sarolangun

Guna meningkatkan hubungan antar pelajar Indonesia-Ethiopia, pada kesempatan itu, Al Busyra mengajak pelajar sekolah tersebut untuk mengadakan koresponden dengan pelajar di Indonesia. “Saya mengharapkan ada sekolah atau pelajar di Indonesia yang tertarik mengikuti program korespondensi antar pelajar kedua negara ini,” tambahnya.

Selain guru, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh kepala sekolah, Nimona Getachew serta pemilik dan pendiri sekolah, Elias Jemal. [RSM]