Dewan Pers

Dark/Light Mode

Resolusi Di Tahun Pandemi

Senin, 4 Januari 2021 05:26 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Naluri manusia untuk berkumpul sulit ditaklukkan. Karena manusia dikodratkan sebagai makhluk sosial yang hidup bermasyarakat dan berinteraksi satu sama lain (Zoon Politikon). Imbauan untuk tetap tinggal di rumah dalam menyambut tahun baru belum optimal. Walaupun vaksin covid sudah mulai didistribusikan, namun kekhawatiran munculnya klaster-klaster baru selama libur Natal dan Tahun Baru tetap harus diwaspadai. Teknologi digital seperti video call belum bisa menggantikan budaya mudik. Mudik bersama keluarga untuk tatap muka ketemu sanak keluarga di kampung masih menjadi pilihan selama liburan akhir tahun.

Berita Terkait : Loyalitas Adipati Karna

“Memang susah mengurangi kesenangan, Mo. Walaupun tujuannya untuk keselamatan kita semua,” celetuk Petruk, sok bijaksana. Romo Semar kurang semangat untuk ikut nimbrung urusan liburan dan perayaan tahun baru. Romo Semar justru sedang galau dengan hilangnya tahu tempe di pasaran. Klangenan Romo Semar adalah sarapan nasi liwet dengan lauk tahu tempe bacem. Tahu dan tempe merupakan sumber protein nabati bagi wong cilik. Kopi pahit dibiarkan dingin tanpa disentuhnya. Kepulan asap rokok klobot membawa pikiran Romo Semar flashback ke zaman Wirata Parwa, ketika para satria Pandawa sedang susah dan prihatin menyamar sebagai sudra.

Berita Terkait : Kutukan Telaga Sumala

Kocap kacarito. Hukuman satria Pandawa pascakalah main dadu dengan Kurawa adalah dibuang ke tengah hutan selama dua belas tahun. Setelah hukuman pembuangan di hutan Kamiyoko selesai masih harus ditambah hukuman setahun menjadi seorang sudra. Jika selama penyamaran ketahuan telik sandi Kurawa, maka Pandawa harus mengulangi lagi hukuman dua belas tahun ke hutan.
 Selanjutnya