Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengecam normalisasi hubungan Kosovo dengan Israel dan keputusan negara itu untuk membuka kedutaan di Kota Yerusalem/Quds.
Seperti dikutip dari Pars Today atas laporan Pusat Informasi Palestina, Juru Bicara Hamas, Hazem Qassem dalam sebuah statemen Rabu (3/2/2021) waktu setempat mengatakan, keputusan Kosovo untuk membuka kedutaannya di Yerusalem merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum dan resolusi-resolusi internasional.
Baca juga : Rasis Ke Natalius Pigai, Abu Janda Digarap Bareskrim 4 Jam
"Kosovo memutuskan normalisasi hubungan dengan Israel setelah dibujuk oleh beberapa negara Arab," tambahnya.
Petinggi Hamas ini menegaskan, Quds adalah sebuah kota Arab-Palestina. Namun Israel berupaya mengubah fakta sejarah dan identitas kota ini, meski tidak akan pernah berhasil.
Baca juga : Kementan Pastikan Jaga Stabilisasi Harga Perunggasan Nasional
Kosovo secara resmi mengumumkan normalisasi hubungan dengan Israel pada Senin (1/2) lalu lewat sebuah upacara virtual yang dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Israel, Gabi Ashkenazi dan Menteri Luar Negeri Kosovo, Meliza Haradinaj-Stublla.
Ashkenazi mengatakan, pihaknya menyetujui permintaan resmi Kosovo untuk membuka kedutaan di Kota Quds. [RSM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya