Dark/Light Mode

Duh, Data 130 Ribu Pengguna

Facebook Di Indonesia Bocor

Senin, 5 April 2021 05:10 WIB
Ilustrasi (Foto : guim.co.uk).
Ilustrasi (Foto : guim.co.uk).

 Sebelumnya 
Facebook mengonfirmasi kebocoran data itu. Menurut perusahaan yang berkantor pusat di Menlo Park, California itu, kebocoran tersebut terjadi dua tahun lalu.

“Ini adalah data lama yang sebelumnya dilaporkan pada 2019,” kata seorang juru bicara Facebook kepada The Record.

Baca juga : Angkasa Pura I Raih Empat Penghargaan PR Indonesia Awards 2021

Pada Agustus 2019, Facebook mengatakan masalah kerentanan itu telah ditangani. Facebook sebelumnya berjanji untuk menindak penggalian data massal setelah Cambridge Analytica menghapus data dari 80 juta pengguna yang melanggar per­syaratan layanan Facebook untuk menargetkan pemilih dengan iklan politik dalam pemi­lu 2016.

Kendati kebocoran data su­dah terjadi dua tahun yang lalu, menurut Gal, masih ada ancaman kejahatan siber yang mengintai para pengguna Facebook yang jadi korban kebocoran data ini.

Baca juga : Dirjen PAS Ungkap 135 Ribu Warga Binaan Kasus Narkotika Sesaki Lapas di Indonesia

Lebih jauh, Gal mengatakan dari sudut pandang keamanan, tidak banyak yang dapat dilaku­kan Facebook untuk membantu pengguna yang terkena dampak pelanggaran, karena data mereka sudah terbuka. Namun, menurut dia, Facebook dapat memberi tahu pengguna, sehingga mereka dapat tetap waspada terhadap kemungkinan skema phishing atau penipuan menggunakan data pribadi mereka.

“Orang-orang yang mendaf­tar ke perusahaan terkemuka seperti Facebook mempercayai mereka dengan data mereka dan Facebook seharusnya mem­perlakukan data dengan sangat hormat,” kata Gal.

Baca juga : Mundur Dari All England 2021, Tim Indonesia Isolasi 10 Hari

“Informasi pribadi yang bocor adalah pelanggaran kepercayaan sangat besar dan harus ditangani sebagaimana mestinya,” tandas Gal. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.