Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kenalkan Produk Farmasi Dan Makanan Kemasan

Dubes RI Dorong Kerja Sama Kesehatan Dengan Kamboja

Senin, 26 April 2021 14:08 WIB
Duta Besar RI di Phnom Penh, Sudirman Haseng (kiri), melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kesehatan Kamboja, Prof Mam Bunheng di Kementerian Kesehatan Kamboja pada Senin (26/4/2021). [Foto: KBRI Phnom Penh]
Duta Besar RI di Phnom Penh, Sudirman Haseng (kiri), melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kesehatan Kamboja, Prof Mam Bunheng di Kementerian Kesehatan Kamboja pada Senin (26/4/2021). [Foto: KBRI Phnom Penh]

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar RI, di Phnom Penh, Sudirman Haseng, telah melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kesehatan Kamboja, Prof Mam Bunheng. Pertemuan digelar di Kementerian Kesehatan Kamboja pada Senin (26/4/2021). Fokus utama pembahasan pertemuan ini adalah penguatan kerja sama di bidang kesehatan.

“Kamboja merupakan negara yang memiliki hati yang besar, dengan menyediakan program vaksin gratis bagi kedutaan dan direncanakan untuk warga asing yang berada di Kamboja, termasuk warga Indonesia,” ujar Dubes Sudirman Haseng, dikutip dari keterangan resmi KBRI Phnom Penh yang diterima RM.id.

Berita Terkait : KASAL Naikan Status KRI Nanggala-402 Dari Submiss Jadi Subsunk Atau Tenggelam

Karena itu, ujarnya, pihak KBRI mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kamboja, terutama kepada para tenaga medis, yang telah bekerja tanpa pamrih dalam menanggulangi pandemi Covid-19 di Kamboja. Termasuk juga dalam memberikan perawatan yang terbaik bagi beberapa warga Indonesia yang terkena Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut, Sudirman juga memperkenalkan dan menyerahkan produk farmasi dan makanan kemasan Indonesia sebagai wujud solidaritas, kepedulian, serta apresiasi KBRI kepada Pemerintah Kamboja. Produk farmasi yang diberikan berupa suplemen penambah imun tubuh dan obat sakit flu dan batuk. Sedangkan makanan kemasan berupa mie instan dan biskuit.

Berita Terkait : Pupuk Indonesia Borong Penghargaan Anugerah BUMN

Kerja sama di bidang kesehatan ini merupakan salah satu topik pembahasan pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo, dengan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, di sela-sela KTT ASEAN yang diselenggarakan pada Sabtu (24/4/2021) di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, selain menegaskan mengenai pentingnya vaksin bersama, Presiden juga mengajak Kamboja untuk memperkuat kerja sama di bidang farmasi, obat-obatan dan peralatan kesehatan.

Meski Pemerintah Kamboja saat ini sudah menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat, saat ini Kamboja masih terdampak oleh kondisi pandemi Covid-19. Hingga 25 April 2021, jumlah kasus Covid-19 di Kamboja mencapai 9.975 korban, dengan 3.400 pasien sembuh, dan tercatat 74 kematian.

Berita Terkait : Pemulihan Ekonomi Kian Terbuka, Partai Gelora Dorong Pemerintah Terus Kembangkan UMKM

Jumlah yang terus meningkat ini, terutama di Kota Phnom Penh, bahkan memaksa Pemerintah Kamboja menerapkan jam malam di ibu kota Phnom Penh pada 1 hingga 14 April 2021 dari pukul 20.00 – 05.00, dilanjutkan dengan karantina wilayah (lockdown) pada 15 hingga 28 April 2021 untuk wilayah ibu kota Phnom Penh dan Kota Takhmao, Provinsi Kandal. [RSM]