Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kasus Baru Covid Tembus 400.000 Per Hari
Khawatir Ekonomi Jeblok, PM India Ogah Lockdown
Senin, 3 Mei 2021 05:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Meskipun kasus baru Covid-19 di negerinya telah menembus angka 400 ribu, Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi enggan memberlakukan lockdown total. Dia pede pandemi masih bisa dikendalikan dengan cara lain selain opsi tersebut.
Pakar penyakit menular Amerika Serikat yang juga anggota satuan tugas Covid-19 Gedung Putih, Anthony Fauci mengakui, tidak ada negara yang suka memberlakukan lockdown. Namun untuk kasus di India, menurutnya, lockdown seharusnya diterapkan untuk mengurangi dampak pandemi.
Baca juga : Ngeri, Tiap Hari 600 Warga India Tewas Kena Covid-19
“Anda tidak perlu menutup selama 6 bulan. Anda bisa menutup sementara saja untuk menghentikan siklus transmisi,” ujarnya dalam wawancara dikutip Channel News Asia, kemarin.
Selain itu, lanjut Fauci, yang tak kalah penting, warga mudah mendapatkan oksigen, perlengkapan medis, obat, alat pelindung diri (APD).
Baca juga : Cemaskan Covid-19, Negara Bagian Terkaya India Lakukan Lockdown
India melaporkan rekor global penambahan kasus infeksi selama 10 hari terakhir dengan jumlah menembus 400.000 orang per hari. Negeri Bollywood itu juga mencatat penambahan 7 juta kasus infeksi selama April saja. Kondisi ini membebani sistem perawatan kesehatan. Rumah sakit kehabisan tempat tidur serta pasien kekurangan oksigen.
PM Modi menyebut lockdown merupakan opsi terakhir untuk mengendalikan tsunami Covid- 19. Ia menyakini pandemi masih bisa ditangani dengan cara konvensional. Yakni, penyediaan oksigen, obat-obatan, serta ruang perawatan tambahan.
Baca juga : Sandiaga Ogah Direcoki Urusan Pemilu Presiden
“Situasi masih terkendali beberapa pekan lalu. Sekarang gelombang kedua pandemi Covid-19 menyerang seperti badai. Pemerintah pusat dan negara bagian, termasuk swasta, berjuang untuk meningkatkan persediaan dan distribusi oksigen medis,” ujar Modi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya