Dark/Light Mode

Kasus Baru Covid Tembus 400.000 Per Hari

Khawatir Ekonomi Jeblok, PM India Ogah Lockdown

Senin, 3 Mei 2021 05:28 WIB
Seorang pria menangis ketika ayahnya meninggal akibat mengidap Covid-19 dimakamkan di New Delhi, India. (Foto : Reuters).
Seorang pria menangis ketika ayahnya meninggal akibat mengidap Covid-19 dimakamkan di New Delhi, India. (Foto : Reuters).

RM.id  Rakyat Merdeka - Meskipun kasus baru Covid-19 di negerinya telah menembus angka 400 ribu, Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi enggan memberlakukan lockdown total. Dia pede pandemi masih bisa dikendalikan dengan cara lain selain opsi tersebut.

Pakar penyakit menular Amerika Serikat yang juga anggota satuan tugas Covid-19 Gedung Putih, Anthony Fauci mengakui, tidak ada negara yang suka memberlakukan lockdown. Namun untuk kasus di India, menurutnya, lockdown seharusnya diterapkan untuk mengu­rangi dampak pandemi.

Berita Terkait : Frustrasi Tangani Covid, Dokter Di India Bunuh Diri

“Anda tidak perlu menutup se­lama 6 bulan. Anda bisa menutup sementara saja untuk menghen­tikan siklus transmisi,” ujarnya dalam wawancara dikutip Chan­nel News Asia, kemarin.

Selain itu, lanjut Fauci, yang tak kalah penting, warga mudah mendapatkan oksigen, perleng­kapan medis, obat, alat pelindung diri (APD).

Berita Terkait : Ngeri, Tiap Hari 600 Warga India Tewas Kena Covid-19

India melaporkan rekor global penambahan kasus infeksi sela­ma 10 hari terakhir dengan jum­lah menembus 400.000 orang per hari. Negeri Bollywood itu juga mencatat penambahan 7 juta kasus infeksi selama April saja. Kondisi ini membebani sistem perawatan kesehatan. Rumah sakit kehabisan tempat tidur serta pasien kekurangan oksigen.

PM Modi menyebut lockdown merupakan opsi terakhir untuk mengendalikan tsunami Covid- 19. Ia menyakini pandemi masih bisa ditangani dengan cara kon­vensional. Yakni, penyediaan oksigen, obat-obatan, serta ru­ang perawatan tambahan.

Berita Terkait : NZ, India Dan Indonesia

“Situasi masih terkendali beberapa pekan lalu. Seka­rang gelombang kedua pandemi Covid-19 menyerang seperti badai. Pemerintah pusat dan negara bagian, termasuk swasta, berjuang untuk meningkatkan persediaan dan distribusi oksi­gen medis,” ujar Modi.
 Selanjutnya