Dark/Light Mode

Diduga Jenazah Covid, Puluhan Mayat Terdampar Di Tepi Sungai Gangga

Selasa, 11 Mei 2021 11:34 WIB
Diduga Jenazah Covid, Puluhan Mayat Terdampar Di Tepi Sungai Gangga

RM.id  Rakyat Merdeka - Sedikitnya 40 jenazah ditemukan terdampar di tepi sungai Gangga, India Utara. Persisnya, dekat perbatasan Bihar dan Uttar Pradesh.

Tak jelas apa yang menyebabkan jenazah tersebut bisa sampai terdampar. Namun, media lokal meyakini, mereka adalah korban Covid-19.

Sejumlah media menyebut, 100 jenazah telah ditemukan. Mereka diperkirakan telah berhari-hari terendam di sungai.

Berita Terkait : Dokter AS Saweran Bantu Covid Di India

"Kemungkinan, jenazah tersebut berasal dari Uttar Pradesh. Kami akan segera menguburkan atau mengkremasinya,"kata pejabat lokal Ashok Kumar, seperti dilansir BBC, Selasa (11/5).

Pihak berwenang mengatakan, jenazah tersebut tampak membengkak dan terbakar sebagian. Stasiun TV India NDTV menduga, jenazah tersebut adalah korban Covid yang dikremasi di sepanjang sungai Gangga di Uttar Pradesh, negara bagian India dengan populasi terpadat. 

Namun, kremasi yang dilakukan tidak tuntas karena keterbatasan kayu dan mahalnya biaya pembakaran mayat. Sehingga, pihak keluarga tidak memiliki pilihan lain, selain membiarkan jenazah tersebut hanyut di sungai.

Baca Juga : Tak Tunggu Sidang Isbat, Muhammadiyah Sudah Tetapkan Lebaran Kamis, 13 Mei 2021

"Rumah sakit swasta merampok kocek kami. Orang biasa nggak bakal bisa membayar pendeta dan melakukan kremasi di sungai. Mereka meminta 2.000 rupee (hampir Rp 400 ribu, Red) hanya untuk ongkos angkut jenazah via ambulans. Akhirnya, sungai pun menjadi jalan terakhir, sehingga orang-orang menghanyutkan jenazah," ungkap warga lokal bernama Chandra Mohan.

Tsunami Covid yang melanda India, mengakibatkan lonjakan kasus positif dan angka kematian dalam beberapa pekan terakhir.  Antrean kremaorium pun luar biasa penuh.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, India yang kini menjadi episenter Covid global, melaporkan 22,6 juta kasus positif dan 246.116 angka kematian. Namun, para ahli meyakini, angka sesungguhnya jauh lebih besar. [HES]