Dark/Light Mode

Buntut Serangan Israel, Rusakkan Rumah Sakit Indonesia Di Gaza

Rabu, 12 Mei 2021 14:43 WIB
Ilustrasi: Asap dan api terlihat setelah jet tempur Israel melakukan serangan udara di Gaza City, Gaza, Rabu, 12 Mei 2021. (Anadolu Agency/Ashraf Amra)
Ilustrasi: Asap dan api terlihat setelah jet tempur Israel melakukan serangan udara di Gaza City, Gaza, Rabu, 12 Mei 2021. (Anadolu Agency/Ashraf Amra)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, mengalami kerusakan akibat serangan pasukan Israel pada wilayah di sebelah fasilitas kesehatan tersebut, Selasa malam (11/5/2021) waktu setempat.

Rumah sakit Indonesia dibangun dari sumbangan masyarakat Indonesia selama bertahun-tahun. Organisasi sosial kemanusiaan untuk korban perang, konflik dan bencana alam yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan kesehatan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia meminta agar Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mendesak Israel untuk menghentikan serangan militer ke Jalur Gaza.

“Sejumlah bangunan di rumah sakit itu rusak seperti dinding retak, plafon ambruk dan pasien juga mengalami kepanikan,” kata Ketua Presiden MER-C Indonesia, dr Sarbini Abdul Murad di Jakarta, Rabu (12/5/2021).

Rusaknya rumah sakit tersebut dikarenakan getaran akibat ledakan rudal dari serangan militer Israel tersebut. Sarbini menambahkan, jika serangan militer Israel terus meningkat, pihak MER-C akan mengirimkan dokter bedah ke Jalur Gaza.

Baca juga : Serangan Udara Israel Tewaskan 20 Warga Gaza

Kementerian Kesehatan Palestina mengungkapkan, serangan itu bukan kali pertama pasukan udara Israel menyerang fasilitas kesehatan.

“Ini melanggar hukum humaniter internasional atau International Humanitarian Law dan melanggar Konvensi Jenewa," pernyataan Kementerian Kesehatan Palestina Selasa malam (11/5/2021). Palestina mendesak komunitas international untuk menghentikan serangan terhadap warga sipil dan fasilitas kesehatan.

Pasukan Israel dan warga Palestina saling serang sejak Jumat lalu (7/5/2021). Saat itu bentrokan antara polisi dan warga di Masjid al Aqsa, Yerusalem, melukai sekitar 220 warga Palestina, dan di daerah Sheikh Jarrah.

Lalu Sabtu (8/5/2021), saat Masjid Al-Aqsa menggelar shalat Tarawih, ibadah berlangsung damai, tetapi ada kerusuhan di tempat lain di Yerusalem timur. Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, sekitar 121 warga Palestina terluka malam itu, banyak yang terkena peluru karet dan granat kejut. Sementara itu, polisi Israel mengatakan, 17 anggotanya terluka. .

Baca juga : Penggabungan Indosat-Tri Indonesia Butuh Waktu

Pada Senin (10/5/2021), pasukan Israel yang bersenjata menyerbu masjid tersebut dua kali, menembakkan peluru berlapis karet, gas air mata, dan granat kejut ke arah warga Palestina, hingga melukai lebih dari 300 orang.

Setelah, kelompok Palestina, Hamas, menembakkan roket sebagai tanggapan atas kekerasan Israel di Yerusalem, negara zionis itu membalas dengan melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza pada Senin malam (10/5/21).

Kemudian, dilansir Kantor Berita Anadolu, pada Selasa petang (11/5/2021), setidaknya 28 warga sipil Palestina, termasuk anak-anak, tewas dan sekitar 110 lainnya terluka dalam serangan udara Israel di Gaza.

Secara keseluruhan, menurut otoritas Palestina, serangan Israel telah melukai sedikitnya 822 warga Palestina. Baik di Jalur Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem. 

Baca juga : Bantu India, Airlangga Jamin Pasokan Oksigen Indonesia Aman

Israel menduduki Yerusalem Timur selama perang Arab-Israel tahun 1967. Negara zionis ini mencaplok seluruh kota pada tahun 1980 - sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.[MEL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.