Dark/Light Mode

Di Ohio, Sudah Divaksin Bakal Dapat Hadiah Rp 14 Miliar

Kamis, 13 Mei 2021 11:17 WIB
Gubernur Ohio (Republik) Mike DeWine. (Foto AP Photo/Andrew Welsh-Huggins)
Gubernur Ohio (Republik) Mike DeWine. (Foto AP Photo/Andrew Welsh-Huggins)

RM.id  Rakyat Merdeka - Demi mendorong warganya mau divaksinasi, Gubernur Ohio Mike DeWine menawarkan hadiah 1 juta dolar atau sebesar Rp 14,3 miliar. Undian ini akan diberikan setiap pekan selama lima kali berturut-turut dan terbuka untuk penduduk berusia 18 tahun dan setidaknya sudah menerima satu dosis vaksin.

Pengumuman ini disampaikan Gubernur DeWine lewat akun Twitter pribadinya. "Saya tahu sebagian mungkin berkata, 'DeWine, kamu gila! Ide undian jutaan dolar AS ini buang-buang uang'. Namun sebenarnya, yang sia-sia adalah pandemi ini. Banyak yang terbuang sia-sia karena Covid-19," cuitnya, dikutip AFP, Kamis (13/5).

Berita Terkait : Korban Jiwa Tembus 250 Ribu Per Hari, India Belum Capai Puncak

Dia juga menyampaikan, undian akan mulai diumumkan pada 26 Mei nanti. Pengumuman kedua akan dilaksanakan sepekan setelahnya. "Setiap Rabu, akan ada pengumuman pemenang," janji DeWine.

Undian akan dieksekusi Ohio Lottery dan disponsori Departemen Kesehatan Ohio. DeWine menyebut sumber dana untuk kegiatan ini berasal dari Coronavirus Relief Funds.

Berita Terkait : Amerika Beri Izin Vaksin Pfizer Bagi Usia 12 Sampai 15 Tahun

Tak hanya itu, anak-anak di bawah 17 tahun yang sudah divaksin juga akan dapat hadiah. Mereka bisa memenangkan beasiswa empat tahun penuh ke salah satu universitas negeri di Ohio. Hadiah ini terbilang fantastis sebab biaya pendidikan di sana mahal.

Berbagai upaya dikerahkan sejumlah negara bagian untuk memutus rantai penularan Covid-19. Bulan ini, Maryland mengumumkan bahwa pegawai negeri akan menerima 100 dolar AS (Rp 1,4 juta) jika mereka divaksin.

Berita Terkait : Juni, Pemerintah Targetkan Vaksinasi Covid Capai 1 Juta

Di West Virginia, jumlah yang sama ditawarkan sebagai bonus tabungan untuk warga berusia 16-35 tahun. Langkah tersebut dilakukan karena, kelompok usia ini lebih enggan untuk menerima vaksin. [DAY]