Dark/Light Mode

Pernah Diservis Di Korsel

Nanggala Habiskan Rp 1 Triliun

Senin, 26 April 2021 07:23 WIB
Kapal Selam KRI Nanggala-402 (Foto: Istimewa)
Kapal Selam KRI Nanggala-402 (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali ini, ternyata rajin diservis. Pada 2012, Nanggala-402 dibawa ke Korea Selatan. Tak cuma diperbaiki, kapal selam buatan Jerman tahun 1978 itu, juga mendapat pemutakhiran teknologi dalam persenjataan. Di negeri K-Pop itu, Nanggala-402 dipermak selama 2 tahun dengan biaya yang mencapai Rp 1 triliun. 

Informasi ini diungkapkan Anggota Komisi I DPR Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin. Kepada wartawan, awalnya politisi PDIP ini mengungkapkan rasa prihatin mendalam atas tenggelamnya Nanggala-402 yang menyebabkan gugurnya 53 pahlawan kusuma bangsa. Dia berharap, setelah kejadian ini, ada evaluasi menyeluruh terhadap alutsista yang dimiliki TNI. 

Untuk Nanggala-402, kata politisi yang akrab disapa Kang TB ini, sebenarnya pernah di-retrofit di Korea Selatan. Retrofit adalah istilah perbaikan dan peremajaan untuk kapal selam. Dalam perbaikan itu, dilakukan penguatan struktur, penambahan komponen, hingga peningkatan kemampuan. Tak cuma itu, dalam retrofit itu, dilakukan pemutakhiran teknologi persenjataan. 

Baca juga : Inalillahi! 53 Awak KRI Nanggala-402 Dipastikan Meninggal Dunia

Total biaya perbaikan, sebut Hasanuddin, mencapai 75 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 1,05 triliun. Hasanuddin menduga, dalam perbaikan itu dioprek sistem senjata torpedonya. Ia menduga, yang terjadi pada Nanggala-402 akibat kegagalan dalam proses retrofit tersebut. 

"Saya menduga pada hasil perbaikan ini ada hal-hal atau konstruksi yang tidak tepat, sehingga KRI Nanggala-402 tenggelam. Ini sangat disayangkan," ucap Hasanuddin, kemarin.

Kakak kandung Jaksa Agung ST Burhanuddin ini kemudian mengungkapkan, insiden yang terjadi pada 2012, tak lama setelah Nanggala-402 dipermak. Saat itu, Nanggala melakukan uji penembakan torpedo, tetapi prosesnya gagal lantaran sistem penutupnya bermasalah. Dalam peristiwa itu, kata Kang TB, tiga prajurit gugur.

Baca juga : Wow, Bangun MCK Santri Telan Biaya Hingga Rp 1,2 Triliun

Setelah peristiwa tersebut, KRI Nanggala-402 kembali diperbaiki oleh tim dari Korea Selatan. 

Ia juga menyoroti jumlah kru KRI Nanggala-402 yang dianggapnya melebihi kapasitas. Menurutnya, jumlah maksimal kru kapal selam tersebut seharusnya hanya 38 orang. Namun, Nanggala-402 memuat 53 kru atau kelebihan beban 15 orang. 

"Ini ada apa, kok dipaksakan? Saya juga mendapat informasi bahwa saat menyelam KRI Nanggala-402 diduga tak membawa oxygen gel, tapi tetap diperintah untuk berlayar," ujarnya.

Baca juga : Suap Penyidik KPK, Wali Kota Tanjungbalai Punya Harta Rp 11,6 Miliar

Menutup analisisnya ini, ia meminta, agar kapal selam serupa, yaitu KRI Cakra-401 sebaiknya di-grounded. "Agar jangan ada lagi korban prajurit," tegasnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.