Dewan Pers

Dark/Light Mode

Takut Kena Roket, Banyak Pesawat Batal Terbang Ke Israel

Kamis, 13 Mei 2021 22:29 WIB
Suasana area terminal keberangkatan di Bandara Internasional Ben Gurion di Lod, dekat Tel Aviv, Israel. [Foto: REUTERS/RAMI AMICHAY]
Suasana area terminal keberangkatan di Bandara Internasional Ben Gurion di Lod, dekat Tel Aviv, Israel. [Foto: REUTERS/RAMI AMICHAY]

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah maskapai internasional seperti British Airways, Virgin Atlantic, Lufthansa, dan Iberia membatalkan penerbangan ke Tel Aviv, Israel. Padahal, negara itu telah mengaktifkan bandara cadangan di ujung selatan, demi mencegah serangan roket dari Gaza.

Militan Palestina telah berulang kali menembaki daerah Tel Aviv selama serangan yang meletus pada Senin (10/5/2021). Hal ini meningkatkan kekhawatiran keamanan atas Bandara Ben Gurion, bandara utama Israel, dan mendorong otoritas setempat untuk mengubah rute beberapa penerbangan ke Bandara Ramon, sekitar 200 kilometer ke selatan.

"Keselamatan dan keamanan rekan dan pelanggan kami selalu menjadi prioritas utama. Kami terus memantau situasi dengan cermat," kata pihak British Airways setelah membatalkan penerbangannya dari dan ke Ben Gurion pada Kamis (13/5/2021), seperti dikutip Reuters.

Berita Terkait : Kemenpora Siap Aktifkan Peran Pemuda Dalam Pembangunan

Militan Hamas di Gaza mengatakan, mereka telah meluncurkan roket ke Bandara Ramon pada Kamis. Namun Otoritas Bandara Israel memastikan, tidak ada roket yang mengenai Ramon dan bandara itu beroperasi seperti biasa.

Bandara yang dibuka pada 2019 itu mampu menampung sekitar 2 juta penumpang dalam setahun. Bandara tersebut terhubung dengan rute bus ke utara, meskipun tidak ada layanan kereta api.

Papan kedatangan di bandara menunjukkan beberapa penerbangan El Al Israel Airlines Ltd. dari luar negeri yang semula dijadwalkan mendarat di Ben Gurion.

Berita Terkait : SMITH Men Supply, Luncurkan Perawatan Tubuh Pria Asli Indonesia

Seorang pejabat Israel mengatakan, kedua bandara itu beroperasi secara sinkron. Ben Gurion menangani kargo, swasta, dan beberapa penerbangan lainnya. Sementara Ramon terbuka untuk pendaratan penerbangan komersial internasional dan menjalankan penerbangan domestik berjadwal.

Media sosial memuat rekaman pemandangan melalui jendela pesawat, roket yang ditembakkan dan dicegat di atas Tel Aviv. Konon, video itu direkam oleh seorang penumpang dalam penerbangan El Al dari Brussels, yang merupakan pesawat pertama yang dialihkan ke Ramon. Namun Reuters tidak dapat memverifikasi rekaman tersebut secara independen.

Virgin Atlantic yang berbasis di Inggris pun turut membatalkan penerbangannya ke Tel Aviv untuk Rabu (11/5) dan Kamis. Maskapai penerbangan Spanyol Iberia juga membatalkan penerbangannya ke Tel Aviv dari Madrid pada Kamis dan kembali pada Jumat (14/5). Demikian juga Lufthansa Jerman, yang membatalkan penerbangannya.

Berita Terkait : Tercatat Di BEI, Bank Mantap Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

"Karena situasi di Israel saat ini, Lufthansa menangguhkan penerbangannya ke Tel Aviv hingga Jumat, 14 Mei," kata maskapai itu.
 Selanjutnya