Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

China Panas Dingin, Kapal AS Lewat Selat Taiwan

Rabu, 19 Mei 2021 21:38 WIB
Foto US Navy, 23 Oktober 2018, menunjukkan Kapal perusak berpeluru kendali milik AS kelas Arleigh Burke, USS Curtis Wilbur dalam latihan di Laut Filipina, 28 February 2018. (Foto AFP/Benjamin Dobbs)

This article was published in thejakartapost.com with the title
Foto US Navy, 23 Oktober 2018, menunjukkan Kapal perusak berpeluru kendali milik AS kelas Arleigh Burke, USS Curtis Wilbur dalam latihan di Laut Filipina, 28 February 2018. (Foto AFP/Benjamin Dobbs) This article was published in thejakartapost.com with the title "China says US threatening peace as warship transits Taiwan Strait". Click to read: https://www.thejakartapost.com/news/2021/05/19/china-says-us-threatening-peace-as-warship-transits-taiwan-strait.html. Download The Jakarta Post app for easier and faster news access: Android: http://bit.ly/tjp-android iOS: http://bit.ly/tjp-ios

RM.id  Rakyat Merdeka - Taiwan selalu menjadi alasan bagi China dan Amerika Serikat untuk bersitegang. Rabu (19/5), China panas dingin melihat kapal angkatan laut Amerika Serikat, Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke, USS Curtis Wilbur, berlayar di Selat Taiwan.

Diberitakan Reuters, Rabu (19/5), Armada Ketujuh Angkatan Laut AS mengatakan kapal perusak USS Curtis Wilbur melakukan "transit rutin Selat Taiwan" pada Selasa (18/5) sesuai dengan hukum internasional.

"Transit kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS terhadap Indo Pasifik yang bebas dan terbuka. Militer Amerika Serikat akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun yang diizinkan oleh hukum internasional," jelas Armada Ketujuh Angkatan Laut AS.

Baca juga : Dinikahi Agen Properti

Seorang juru bicara militer China mengutuk tindakan AS tersebut, yang dilakukan di tengah ketegangan yang meningkat.

"Tindakan AS mengirimkan sinyal dengan sengaja mengganggu situasi regional dan membahayakan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan China.

Ditambahkan juru bicara tersebut, pasukan China melacak dan memonitor pergerakan kapal AS selama di Selat Taiwan.

Baca juga : Bela Palestina, PKS Berani Sentil Joe Biden

China meyakini, Pemerintah Taiwan yang dipilih secara demokratis akan menyampaikan deklarasi kemerdekaan resmi. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan, Taiwan sudah merdeka yang nama resminya adalah Republik China.

Angkatan Laut AS telah melakukan operasi semacam itu setiap bulan atau lebih. Amerika Serikat, seperti hanya kebanyakan negara di dunia, tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan, tetapi merupakan pendukung internasional terpenting dan penjual senjata utama.

Ketegangan militer antara Taiwan dan China telah meningkat selama setahun terakhir. Taipei mengeluhkan Beijing berulang kali mengirim Angkatan Udaranya ke zona pertahanan udara Taiwan. China mengatakan aktivitasnya di sekitar Taiwan ditujukan untuk melindungi kedaulatan China. Namun, Pemerintah Taiwan menganggapnya upaya intimidasi. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.