Dewan Pers

Dark/Light Mode

Rakyat Patungan Beli Kapal Selam

Prabowo Tak Tersinggung

Rabu, 28 April 2021 07:50 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan keterangan terkait KRI Nanggala-402 yang mengalami hilang kontak saat konferensi pers di Lanud I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis (22/4/2021). (Foto: ANTARA/Fikri Yusuf)
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan keterangan terkait KRI Nanggala-402 yang mengalami hilang kontak saat konferensi pers di Lanud I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis (22/4/2021). (Foto: ANTARA/Fikri Yusuf)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gerakan penggalangan dana untuk membeli kapal selam muncul setelah KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam di perairan Bali. Antusiasme rakyat ikutan patungan ternyata lumayan tinggi. Pihak Kementerian Pertahanan yang dipimpin Prabowo Subianto pun, tak tersinggung dengan gerakan ini.

Baru sehari dibuka, dana yang terkumpul mencapai Rp 300 juta lebih. Aksi menggalang donasi ini pertama kali digagas oleh Takmir Masjid Jogokariyan, Yogyakarta. Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Ustaz Muhammad Jazir menceritakan, awalnya jemaah dan anak-anak masjid berinisiatif mengumpulkan sumbangan untuk warga sekitar pada hari Minggu. Aksi itu sebagai bentuk kecintaan kepada Tanah Air dan pertahanan.

Ajakan patungan membeli kapal selam terdengar makin nyaring setelah pendakwah Ustaz Abdul Somad (UAS) ikut mendukung aksi tersebut. Melalui akun media sosialnya @ustadzabdulsomadofficial, ia mengajak masyarakat ikut patungan untuk membeli kapal selam baru pengganti Nanggala-402 yang karam, Minggu (25/4) lalu. Ustaz asal Riau ini pun mengunggah foto kapal selam Nanggala-402.

Berita Terkait : Jubir Prabowo: Semangatnya Positif, Jangan Dinyinyirin

Gerakan patungan ini mendapat respons positif. Banyak orang yang menelpon dan ingin ikut berpartisipasi. Akhirnya, sesuai saran para donatur, Masjid membuka rekening dan mengunggah poster ajakan patungan itu di media sosial.

“Kita publish kemarin, pagi ini (kemarin) sudah terkumpul Rp 300 juta,” cerita Jazir, saat dikontak, kemarin.

Sebagian dari sumbangan itu sudah diserahkan kepada Komandan Pangkalan Laut (Danlanal) Yogyakarta, Letkol Laut Damayanti yang hadir dalam acara buka dan doa bersama, serta Sholat Ghaib untuk korban KRI Nanggala-402 di Masjid Jogokariyan, Senin (26/3).

Berita Terkait : KBRI Roma Gelar Perayaan Galungan Dan Kuningan Secara Daring

Donasi yang diberikan sejumlah Rp 21 juta. Rinciannya, 15 juta untuk keluarga kru dan Rp 6 jutaan untuk kapal selam.

Anggota Komisi I DPR, Al Muzzammil Yusuf menilai, aksi ajakan patungan itu sebagai bentuk kepedulian rakyat terhadap pertahanan negara. Menurut politisi PKS ini, aksi patungan itu tak mungkin terealisasi. Karena harga kapal selam relatif mahal. Karena itu, ajakan itu bisa dimaknai sebagai sindiran untuk pemerintah agar melakukan peremajaan alutsista.

Soal pembelian alutsista, lanjut dia, pemerintah dan DPR harus segera duduk bersama untuk merumuskan persoalan ini. “Kita evaluasi, mana yang lebih prioritas. Misalnya, membangun ibu kota baru atau memperkuat armada laut dan industri kelautan Indonesia?” kata Al Muzzammil, kemarin.

Berita Terkait : Kecelakaan Galian Material Merapi, 3 Pekerja Tambang Meninggal Dunia

Wakil Ketua DPR, Rachmat Gobel menyebut, tenggelamnya kapal selam Nanggala-402 menjadi momentum mengevaluasi alutsista TNI, khususnya TNI AL. “Indonesia butuh armada laut yang prima dalam berbagai jenisnya,” ujar politikus Partai Nasdem tersebut.

Bagaimana tanggapan Prabowo? Jubir Menhan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut, Prabowo tak tersinggung dengan aksi patungan itu. Malah, pihaknya mengapresiasi dan menghormati semangat patriotisme yang ditebar oleh para tokoh Agama tersebut.

“Saat ini kita sangat berduka terkait gugurnya para prajurit terbaik kita, para kru KRI Nanggala-402, segala upaya ajakan untuk bersatu dan saling menolong, berempati dan simpati, patut terus disuarakan, sebagai anak bangsa kita harus saling menguatkan,” kata Dahnil, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
 Selanjutnya